Mempertahankan iman yang aktif tidak selalu mudah. Tetapi Ibrani 11, membuktikan bahwa hal tersebut tidaklah mustahil. Dalam pasal tersebut banyak contoh iman yg besar untuk menguatkan anda dan saya. sesungguhnya mereka tidak jauh berbeda dengan kita, jika Allah dapat mengunakan orang biasa seperti mereka , Allah juga dapat mengunakan orang biasa seperti kita. Kebanyakan dari mereka perna buat kekeliruan dalam hidup mereka, namun mereka percaya pada Allah. Karena iman mereka, meskipun mereka memiliki cacat, Allah mengerjakan hal-hal yang luar biasa melaluli mereka.
Kita semua memerlukan pengampunan, meskipun kita tahu bahwa Yesus telah membasu dosa kita, kita perlu datang pada-Nya untuk mengakui kelemahan kita, mengaku dosa, dan mengkliam pengampunan. Amin
Kurban pertama yang dicatat dalam alkitab adalah persembahan Habel dan Kain. Allah menerima persembahan Habel namun menolak persebahan Kain. Persembahan Habel adalah persembahan yang menurut dan mengikuti cara Allah. Habel tahu ia berdosa dan ia tahu bahwa cara yang benar untuk memperoleh penebusan adalah memberikan kurban darah. Ia tidak mencari dengan caranya sendiri, ia menujukan ia tidak memiliki kebenaran dalam dirinya sendiri. karena mengetahui tanpa darah yg tercurah tidak akan ada penghapusan dosa. Dilain pihak Kain melakukan dengan caranya sediri. Ia datang ke mezbah dengan buah-buahan ditangannya. meskipun ia membawa persembahan syukur, ia menujukan ketidaktahuanya bahwa dirinya berdosa atau kebutuhan atas penebusan. mungkin Kain tahu keguanaan kurban darah, tetapi ia tidak memperaktikan imanya. Habel menujukan bahwa iman bekerja sesuai cara Allah, ia membawa yang sulung dari ternaknya. Sedangkan Kain membawa hasil dari tanah yang telah dikutuk dengan usahanya sendiri.
Ketika kita berkata bahwa kita percaya bahwa dosa telah dibasuh? Apakah kita mengatakannya atas dasar kesombongan! Apakah kita membasuh dosa dengan perbuatan baik kita? atau pergi kegereja setiap minggu atau lebih sering, atau sering hadiri acara kerohanian? berbuat amal, "waspadalah jika mempersembahkan persembahan Kain. Kita harus mengurbankan semua kesombongan kita dan menyerahkan semua dosa kita pada Allah.
Ringkasan mengenai peran tokoh iman dalam Ibrani ini memperjelas bahwa; Allah memberikan iman untuk setiap keadaan dan jaman. Allah adalah sumber Iman kita. Allah memenuhi kita dengan iman dari-Nya dimanapun kita berada. Terimahlah iman-Nya , jadilah bejana-bejana yang siap dipakai-Nya.Mari kita mencontoh teladan tokoh iman dari Ibrani 11 ini, dan siap kita mempratikannya.