MDD - Pelajaran 05

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading
Nama Kursus : Manusia Dan Dosa
Nama Pelajaran : Keselamatan
Kode Pelajaran : MDD-P05

Pelajaran 05 - KESELAMATAN

Daftar Isi

  1. Konsep Keselamatan
  2. Predestinasi (Doktrin Pilihan)
  3. Aspek-Aspek Keselamatan
    1. Panggilan Injil
    2. Regenerasi
    3. Konversi
    4. Pembenaran
    5. Pengudusan
    6. Pemuliaan

DOA

KESELAMATAN

Dalam pelajaran ini akan diuraikan tentang pengajaran keselamatan yang sepenuhnya karena kemurahan Allah dan bukan berdasarkan perbuatan baik kita. Melalui penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus telah menghasilkan keselamatan bagi kita, orang berdosa. Dan, keselamatan itu tidak akan memberi manfaat apa pun kepada kita sampai karya itu diterapkan ke dalam hati dan kehidupan kita oleh Roh Kudus.

  1. Konsep Keselamatan

    "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah Para Rasul 4:12)

    Faktor utama yang menjadi penentu siapa yang diselamatkan dari dosa bukanlah keputusan orang yang bersangkutan melainkan peranan dari anugerah Allah untuk orang tersebut. Hal ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia telah mati dalam dosa, maka Allah harus menghidupkan mereka kembali. Keselamatan adalah mengenai cara Allah menyelamatkan kita dari dosa. Melalui iman, kita diselamatkan dari kuasa dosa yang menguasai hidup kita. Iman mempersatukan manusia dengan Kristus. Dalam persatuan dengan Kristus itu, apa yang menjadi milik Kristus menjadi milik manusia dan apa yang menjadi milik manusia menjadi milik Kristus. Saat seorang telah menerima Yesus Kristus, ia diselamatkan dari dosa yang mencemari hidupnya dan memiliki kehidupan baru. Dalam kitab Roma 6:14 dinyatakan, "Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia."

    Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa nanti akan ada hari penghakiman di mana semua umat manusia harus mempertanggungjawabkan seluruh kehidupannya di hadapan Allah. Bagi kebanyakan orang "Hari Tuhan" ini merupakan suatu hari yang gelap, saat terang tidak ada di dalamnya. Hari itu merupakan hari di mana Allah akan menyatakan murka-Nya melawan yang jahat dan yang tidak bertobat. Namun, bagi setiap orang yang percaya, hari Tuhan adalah hari sukacita yang dinanti-nantikan, karena Hari Tuhan adalah hari di mana Tuhan datang dan menjemput orang-orang yang percaya. Oleh sebab itu, orang yang telah percaya akan mendapat kepastian keselamatan dari murka Allah. Penyelamatan ini dilakukan oleh Kristus bagi umat-Nya sebagai Juru Selamat mereka.

    Dalam Alkitab istilah "Keselamatan" bukan saja dipakai dalam berbagai macam pengertian, tetapi juga dalam berbagai macam kata kerja (bahasa Yunani), di antaranya: menyelamatkan (diselamatkan dari sejak dunia diciptakan); kita terus-menerus diselamatkan (oleh pekerjaan Allah di dalam sejarah); kita diselamatkan (dengan berada di dalam status telah dibenarkan); kita telah diselamatkan dan terus menerus diselamatkan (dengan disucikan atau dijadikan kudus); dan kita akan diselamatkan (pengalaman kepenuhan penebusan kita di surga). Alkitab berbicara tentang keselamatan dalam pengertian pada masa lampau, sekarang, dan yang akan datang.

    Kadang-kadang, kita menyejajarkan keselamatan pada waktu sekarang dalam pengertian pembenaran kita yang sekarang. Pada waktu yang lain, kita melihat pembenaran sebagai langkah khusus dalam keseluruhan susunan keselamatan. Pembenaran adalah pernyataan legal dari Allah atas kedudukan seseorang di hadapan-Nya. Kedudukan seseorang di hadapan Allah hanya menempati satu dari dua posisi yakni sebagai orang berdosa atau orang benar. Pembenaran mencakup pengampunan, namun pembenaran jauh melampaui pengampunan.

    Akhirnya, penting untuk memerhatikan aspek yang lain dari konsep keselamatan. Keselamatan berasal dari Tuhan. Keselamatan bukan merupakan hasil usaha atau rekayasa manusia. Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Keselamatan merupakan karya ilahi, hal ini digenapi dan diaplikasikan oleh Allah. Keselamatan adalah oleh Allah dan dari Allah. Tuhan yang menyelamatkan kita dari murka-Nya.

  2. Predestinasi (Doktrin Pilihan)

    Charles C. Ryrie menyatakan, "ajaran tentang pemilihan merupakan salah satu dasar dalam keselamatan, meskipun bukan satu-satunya. Ajaran-ajaran lainnya seperti kematian Kristus, iman, kelahiran kembali, dan anugerah yang menyelamatkan juga disebut dasar-dasar." Pengajaran ini merupakan doktrin yang alkitabiah. Pada dasarnya semua gereja Kristen memiliki semacam doktrin predestinasi. Hal ini tidak dapat dihindari, oleh karena konsep itu secara eksplisit dapat ditemukan di dalam firman Tuhan. Arti mendasar dari predestinasi berkaitan dengan tujuan akhir kita, yaitu surga atau neraka. Tujuan akhir ini ditentukan oleh Allah bukan saja sebelum kita akan sampai ke sana, tetapi sebelum kita dilahirkan. Doktrin ini mengajarkan bahwa tujuan akhir kita ada dalam tangan Allah. Dengan kata lain, dari sejak kekekalan bahkan sebelum kita ada, Allah memutuskan untuk menyelamatkan sebagian umat manusia dan membiarkan yang lainnya. Dia memilih beberapa pribadi untuk diselamatkan ke dalam surga yang kekal dan yang lain dilewatkan. Dan, mengizinkan mereka untuk menerima akibat dari dosa-dosa mereka di dalam penyiksaan yang kekal di neraka.

    Bagaimana cara Allah melakukan pilihan ini? Pilihan Allah adalah berdasarkan kedaulatan-Nya. Pilihan ini tidak didasarkan pada pra-pengetahuan Allah akan keputusan atau tanggapan yang akan diberikan oleh manusia. Keputusan manusia itu berasal dari kedaulatan anugerah Allah. Manusia yang telah jatuh tetap memiliki kehendak bebas dan dapat memilih apa yang mereka inginkan. Akan tetapi, masalahnya manusia yang telah jatuh tidak memiliki keinginan/kecenderungan kepada Allah dan ia tidak akan memilih Kristus, kecuali ia dilahirkan baru terlebih dahulu. Iman merupakan kasih karunia yang dihasilkan oleh kelahiran baru. Hanya mereka yang dipilih oleh Allah, yang akan menerima Injil di dalam iman. Menurut Pengakuan Iman Westminter, "Semua orang yang telah Allah predestinasikan untuk kehidupan, dan hanya mereka saja, Dia berkenan untuk memanggil secara efektif pada waktu yang telah ditetapkan melalui Firman dan Roh-Nya agar keluar dari kondisi yang berdosa dan dari maut di mana mereka berada sesuai dengan natur mereka menuju anugerah keselamatan dari Yesus Kristus." Mereka yang telah dipanggil oleh Allah pasti akan berpaling kepada Allah di dalam pertobatan dan iman. Roh Kudus menghidupkan kembali dengan cara:

    1. Ia membuka hati dan memampukan pendengar untuk menanggapi (Kisah Para Rasul 16:14)

    2. Menerangi pikiran, sehingga pendengar dapat memahami berita Injil (1 Korintus 2:12-13)

    3. Menganugerahkan kehidupan rohani sehingga pendengar dapat berpaling di dalam iman kepada Allah. (Efesus 2:5)

    Hal yang sering menjadi perdebatan dari pengajaran ini adalah mengapa Allah tidak memilih semua orang untuk diselamatkan? Allah memiliki hak untuk memberikan belas kasihan kepada siapa Ia mau memberikan belas kasihan. Sebagian dari umat manusia yang telah jatuh menerima anugerah dan kemurahan pemilihan Allah. Sebagian yang lain dibiarkan oleh Allah, dan mereka tetap di dalam dosa mereka. Tidak ada seorang pun yang menerima ketidakadilan. Allah tidak berkewajiban untuk bermurah hati kepada siapa pun juga. Kemurahan-Nya diberikan berdasarkan keputusan-Nya sendiri. Dia tidak pernah bersalah dalam bersikap tidak benar kepada siapa pun juga. (Roma 9:14-15)

  3. Aspek-Aspek Keselamatan

    Keselamatan merupakan karya anugerah Allah yang luar biasa. Keselamatan itu sendiri terdiri dari beberapa aspek yang akan dialami oleh orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat. Namun, perlu kita ketahui bahwa aspek-aspek dalam keselamatan itu tidak boleh dipahami sebagai serangkaian langkah yang bertahap, melainkan sebagai suatu pengalaman yang dimulai dan berlanjut secara simultan (bersamaan).

    Hal lain yang terpenting sebelum kita mempelajari aspek-aspek keselamatan adalah melihat peranan Roh Kudus dalam keselamatan. Peran utama Roh Kudus dalam keselamatan adalah menyatukan kita dengan Kristus (1 Korintus 12:13). Jadi, ketika seorang mengambil bagian di dalam Kristus, maka dia juga mengambil bagian di dalam Roh Kudus. Roh Kudus berperan dalam kelahiran baru (Yohanes 3:5), konversi (Kisah Para Rasul 11:5), iman (1 Korintus 2), jaminan keselamatan (1 Korintus 6:11), dan pemeliharaan (Efesus 4:30).

    1. Panggilan Injil

      Panggilan Injil diperuntukkan bagi semua orang. Namun, hanya kepada kaum pilihan saja yang diberikan kemampuan untuk merespons dan menerima panggilan Injil. Jadi, panggilan Injil bukanlah suatu tawaran, melainkan suatu yang serius bagi Kaum Pilihan yang menerima keselamatan kekal. Panggilan Injil ini merujuk pada panggilan efektif, yaitu tindakan Allah yang berdaulat melalui Roh Kudus-Nya di mana Roh Kudus memampukan pendengar panggilan Injil untuk merespons panggilan-Nya dengan pertobatan, iman, dan ketaatan.

    2. Regenerasi (Kelahiran Baru)

      Regenerasi merupakan pengalaman yang supranatural. Regenerasi dapat di definisikan sebagai karya Roh Kudus yang dengannya Roh Kudus mula-mula membawa kesatuan yang hidup dengan Kristus, mengubah hati mereka sehingga mereka yang dulunya mati secara rohani, menjadi hidup secara rohani, dan sekarang berkemampuan dan berkehendak untuk bertobat dari dosa, memercayai Injil, dan melayani Tuhan.

    3. Konversi

      Merupakan tindakan yang dilakukan secara sadar oleh seseorang yang telah mengalami regenerasi di mana ia berpaling kepada Allah di dalam pertobatan dan iman. Pertobatan dan iman tidak dapat dipisahkan. Secara etimologis, konversi adalah pergantian atau pertukaran. Manusia yang semula adalah hamba dosa sudah diubah dan dipulihkan, sehingga manusia mendapat kasih karunia Allah dan disebut anak-anak Allah.

      1. Pertobatan

        Pertobatan dalam Bahasa Yunani menggunakan dua kata dalam bahasa Yunani. Yang pertama adalah "Metanoia", yang kedua "Epistrophe". Metanoia adalah perubahan pola pikir, sementara Epistrophe adalah perilaku tingkah laku. Bertobat tentunya akan mengalami metanoia dan epistrophe. Seperti halnya Rasul Paulus yang benar-benar menjadi petobat sejati karena kehidupannya benar-benar diubahkan.

        Pertobatan dapat didefinisikan sebagai tindakan secara sadar dilakukan oleh seseorang yang telah diregenerasikan untuk berbalik dari dosa kepada Allah di dalam suatu perubahan kehidupan sepenuhnya, yang dinyatakan di dalam bentuk suatu cara berpikir, merasa, dan berkehendak yang baru. Pertobatan harus berlanjut sepanjang hidup. Hal ini menunjukkan ada perbedaan antara pertobatan awal yang terjadi di permulaan kehidupan Kristen dengan pertobatan yang berlanjut di sepanjang kehidupan kita. Pertobatan tidak pernah sempurna dikerjakan oleh kita. Pertobatan merupakan suatu ideal yang tinggi sehingga kita harus berupaya untuk menyatakannya.

      2. Iman

        Iman yang menyelamatkan merupakan suatu respons terhadap panggilan Allah melalui penerimaan akan Kristus dengan keseluruhan pribadi, yaitu dengan keyakinan yang pasti mengenai kebenaran Injil dan penyerahan yang penuh keyakinan kepada Allah di dalam Kristus bagi keselamatan kita, disertai dengan komitmen sejati Kristus dan untuk melayani-Nya.

  4. Pembenaran

    Pembenaran didefinisikan sebagai tindakan anugerah dan yudisial Allah yang dengannya Dia menyatakan orang-orang berdosa yang percaya sebagai benar berdasarkan kebenaran Kristus yang diperhitungkan kepada mereka, mengampuni semua dosa mereka, mengadopsi mereka sebagai anak-anak-Nya dan memberikan kehidupan kekal kepada mereka. Alkitab mengatakan bahwa kita tidak dibenarkan oleh karena perbuatan-perbuatan baik kita, tetapi dengan apa yang diberikan kepada kita berdasarkan iman, yaitu kebenaran Kristus.

    Pembenaran di dapatkan manusia dengan cuma-cuma, manusia hanya perlu merespons kasih karunia itu. Manusia yang semula adalah hamba dosa, sudah dibenarkan dan menjadi hamba kebenaran. Manusia dibenarkan berdasarkan iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

  5. Pengudusan

    Kita dapat mendefinisikan pengudusan sebagai karya yang penuh anugerah dari Roh Kudus, yang melibatkan tanggung jawab kita untuk berpartisipasi, yang dengannya Roh Kudus melepaskan kita dari pencemaran dosa, memperbarui keseluruhan natur kita menurut gambar Allah, dan memampukan kita untuk menjalankan kehidupan yang berkenan di hadapan Allah. Pengudusan harus dipahami sebagai mati terhadap dosa di dalam Kristus, yang juga telah mati terhadap dosa. Bagaimana iman menjadi sarana pengudusan? Pertama, oleh iman kita terus berpegang kepada kesatuan kita dengan Kristus, yang merupakan inti dari pengudusan (Efesus 3:17). Kedua, oleh iman kita menerima fakta bahwa di dalam Kristus dosa tidak lagi berkuasa atas diri kita (Roma 6:6). Ketiga, oleh iman kita berpegang kepada kuasa Roh Kudus yang memampukan kita untuk mengalahkan dosa dan hidup untuk Allah. Terakhir, iman bukan saja alat untuk menerima, tetapi juga kuasa untuk bertindak. Iman sejati sesuai dengan naturnya menghasilkan buah rohani. Kita sedang dikuduskan melalui pertumbuhan yang terus menerus yang semakin penuh dan semakin kaya di dalam kesatuan dengan Kristus. Alkitab mengajarkan bahwa Allah sendiri yang menguduskan kita, Allah memperbarui kita di dalam rupa-Nya dengan menjadikan kita semakin menyerupai Kristus. Selain itu, kita juga bertanggung jawab untuk berupaya menjadi semakin serupa dengan Kristus dengan cara mengikuti teladan-Nya. Dengan demikian, pengudusan merupakan karya Allah dan juga tanggung jawab umat-Nya.

  6. Pemuliaan Akhir

    Ada kemuliaan yang lebih besar, permanen, dan jauh lebih memuaskan, yang menantikan setiap orang percaya pada akhir perjalanan rohani mereka. Ini yang disebut Alkitab sebagai "Pemuliaan". Pemuliaan merupakan istilah yang dipakai Paulus dalam Roma 8:29-30. Doktrin pemuliaan menunjuk pada kedatangan Kristus yang kedua kalinya, ketika orang-orang percaya sejati akan menerima penebusan yang sempurna. Pemuliaan merupakan pengharapan yang besar bagi orang percaya untuk masa yang akan datang. Kita harus dilayakkan untuk mendapat "bagian" (Kolose 1:12). Sebagaimana Allah menjadikan surga untuk kita, demikian juga Ia akan menjadikan kita pantas mendapatkannya.


Akhir Pelajaran (MDD-P05)

DOA

"Aku bersyukur untuk setiap kebaikan-Mu, Allahku. Sebab Engkau telah memilihku menjadi umat pilihan-Mu dan menjadikanku anak-anak-Mu. Sungguh, inilah kasih karunia yang begitu besar yang telah Engkau limpahkan kepadaku. Terima kasih Bapa untuk anugerah-Mu dalam Yesus Kristus." Amin.

Taxonomy upgrade extras: