KUASA DOA RANTAI BAPA KAMI

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Beberapa tahun ini Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk menggali kuasa doa Bapa Kami, dalam doa rantai. Ada banyak doa yang terdapat di Alkitab dari Perjanjian Lama dan Baru - akan tetapi doa yang diajarkan secara langsung oleh Yesus yang adalah Tuhan dan Juru Selamat kepada kita adalah Doa Bapa Kami.

(Matius 6:9-13) "Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)”

Pagi hari ketika subuh, Tuhan Yesus memberikan kuasa di dalam Roh untuk menghancurkan ‘kubah hitam roh’ yang menutupi langit yang dibangun oleh doa-doa dari berbagai tempat-tempat ibadah dunia, dan mengubah menjadi langit api kemuliaan Allah, dengan doa Bapa Kami diucapkan 14 kali.

Penjelasan mengenai ‘kubah hitam roh’ ada di artikel : Kubah Hitam Roh (Black Dome Evil Spirit) -- http://www.pesta.org/kubah_hitam_roh_black_dome_evil_spirit

Doa perlindungan dan peperangan Roh yang lebih tinggi levelnya, dengan mengucapkan doa Bapa Kami 100 kali. Setiap hari selain doa Peperangan Roh yang spesifik (memakai Perlengkapan Senjata Allah, dll) saya mengucapkan doa Bapa Kami 100 kali pagi dan 100 kali malam hari.

Ketika doa diucapkan, di dalam Roh, Tuhan Yesus memperlihatkan ada gelembung Roh yang melindungi kita dan keluarga, langit di wilayah kita dipenuhi cahaya api kemuliaan Allah warna biru menghancurkan semua ‘kubah hitam roh’. Banyak malaikat perang turun untuk menghancurkan benteng-benteng iblis dan serangan setan, dan membawa jawaban-jawaban doa untuk anak-anak Tuhan yang berdoa di daerah itu. Pemandangan Roh yang sangat luar biasa, karena kuasa doa rantai Bapa Kami.

Itu adalah bentuk doa "terus menerus" yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Berdoa untuk menyatukan diri kita dengan Tuhan Yesus, dan mempersilahkan Tuhan Yesus yang mengambil alih doa dan permohonan kita.

(Lukas 18:1) "Yesus mengatakan ... bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu."

Doa terus menerus ternyata bukan terus menerus meminta sesuatu, tetapi terus menerus menyatukan doa kita bersama dengan Tuhan Yesus. Itulah kuasa doa rantai Bapa Kami.

Untuk membantu menghitung 100 kali, kita bisa mempergunakan jari tangan, mempergunakan "tali doa" dari gereja Ortodox 100 butir namanya "Komboskini", atau kalung Rosario (50 butir, diulang dua kali).

Hal yang paling sederhana bisa diuji adalah jika sulit tidur di malam hari, kita bisa mengucapkan doa Bapa Kami berulang-ulang, dan Tuhan Yesus akan memberikan istirahat tidur yang nyenyak dengan damai sejahtera dari surga. Silahkan dicoba dengan pertolongan Roh Kudus.

RASA SAKIT KARENA KANKER PARAH

Ada pengalaman dari kakak saya yang mengunjungi satu keluarga yang sakit kanker paru-paru parah yang sudah menyebar sampai ke tulang bahu (metastase). Beliau sudah lansia, dan setiap hari berbulan-bulan tidak bisa tidur karena menderita nyeri sakit yang hebat, terutama yang di bagian tulang bahu. Karena sudah lansia dan tidak ada yang bisa dilakukan, maka kakak mengajarkan beliau untuk mengucapkan Doa Bapa Kami berulang-ulang kalau merasa sakit atau tidak bisa tidur.

Setelah beberapa bulan berlalu ada waktu kakak berkunjung lagi, beliau bercerita bahwa sejak diberi tahu mengenai kuasa Doa Bapa Kami, setiap malam selalu mengucapkan doa rantai Bapa Kami dan ajaib sekali kuasaNya bekerja sehingga sekarang sudah bisa tidur. Rasa sakit yang muncul hanya kadang-kadang saja tidak setiap saat seperti sebelumnya, sehingga di masa usia lanjutnya ini dia bisa beristirahat dengan nyaman. Bahkan dikatakan, kapan pun Tuhan Yesus memanggil, beliau sudah siap. Puji Tuhan!

MENYINGKAPKAN IKATAN TERSEMBUNYI

Kesaksian mengenai kuasa doa rantai Bapa Kami, saya sampaikan ketika memimpin ibadah di satu gereja. Beberapa bulan kemudian saya kembali membawakan firman di gereja tersebut. Ketika selesai ibadah ada seorang ibu yang menemui saya, bercerita bahwa dia menderita karena ikatan roh jahat, dan sudah pernah didoakan pelepasan dan pemulihan. Akan tetapi dia merasa pikirannya kadang-kadang kosong dan lupa mau berkata apa, dan karena sudah cukup umur maka dia pikir itu karena faktor usia. Ketika mendengar mengenai kuasa doa rantai Bapa Kami, Roh Kudus menggerakkan hatinya untuk setia mengucapkan doa rantai Bapa Kami setiap pagi setelah Saat Teduh pribadi sebanyak 100 kali. Itu dilakukannya setiap hari.

Setelah hampir satu bulan, ternyata ingatannya pulih dan pada saat itu dia bisa ingat dengan jelas bahwa ketika masih muda, dia pernah memasang ‘susuk’ di bibirnya. Kemudian dia segera menemui hamba Tuhan untuk didoakan melepaskan ikatan susuk itu. Rupanya susuk itu yang membuat mulutnya tertutup jika akan mengatakan roh yang mengikat tubuhnya, bahkan mengacaukan pikirannya sehingga tiba-tiba menjadi kosong. Kuasa doa rantai Bapa Kami menghancurkan hak legal setan atas dosa pribadi, sehingga bisa dinyatakan dan dilepaskan di dalam pelayanan doa. Kalau sebelumnya wajahnya terlihat ada beban dan tekanan, ketika bertemu lagi dia sudah penuh sukacita. Puji Tuhan.

MENDOAKAN ORANG MAU MENINGGAL

Satu kali ada seminar di sebuah gereja mengenai pelayanan ‘Orang yang akan dipanggil Tuhan’. Yang disampaikan adalah berbagai hal mengenai tinjauan medis dan psikologis mengenai orang yang akan meninggal. Di akhir sesi, para peserta yang hadir diberikan waktu menyampaikan kesaksiannya. Kakak saya mempergunakan kesempatan itu untuk menceritakan pengalaman pribadinya.

Ketika masih bekerja sebagai bidan di sebuah rumah sakit, ada satu pasien yang kristis di ruang ICU. Sesuai dengan aturan rumah sakit, harus ada yang menunggui sepanjang malam, dan malam itu giliran tugas kakak saya. Sebelum bertugas, kakak memeriksa status ibu tersebut, dia memiliki dua anak, satu masih kecil dan satu bayi. Karena merasa kasihan kemudian kakak berdoa di samping tempat tidur ibu itu meminta Tuhan Yesus mengembalikan nyawanya, karena kasihan anaknya masih kecil-kecil memerlukan perawatan dari ibunya. Setelah mengucapkan doa itu, sepanjang malam kakak mengucapkan doa Bapa Kami berulang-ulang diselingi dengan mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli. Pagi hari, kondisi ibu itu membaik, dan kakak pulang dilanjutkan dengan cuti sehingga tidak bertemu lagi dengan ibu tersebut.

Empat puluh hari kemudian, ada seorang ibu yang datang ke rumah membawa ‘parcel’, mau bertemu dengan kakak saya. Dia bercerita bahwa dia adalah ibu yang didoakan oleh kakak pada malam hari di ruang ICU. Ketika itu kondisinya fisiknya sangat menurun, dan akhirnya rohnya keluar dari tubuhnya naik ke atas. Di atas dia bisa melihat tubuhnya terbaring di tempat tidur penuh dengan berbagai peralatan medis, dan di sampingnya ada seorang suster yang terus berdoa.

Rohnya terbang semakin tinggi meninggalkan ruangan, merasa damai dan dia ingin pergi ke surga - tetapi Tuhan Yesus memperlihatkan bahwa suster di samping tempat tidur itu berdoa meminta rohnya dikembalikan ke tubuhnya supaya bisa merawat anak-anaknya yang masih kecil. Dan Tuhan kemudian mengabulkan untuk mengembalikan roh ibu itu ke tubuhnya.

Beberapa hari kemudian dia sadar, berangsur sehat dan bisa pulang. Kemudian dia mencari tahu siapa suster yang menjaga dia pada malam itu, dan rumah sakit memberikan nama kakak dan alamat rumah. Ketika bertemu dia mengucapkan terima kasih dan bercerita bahwa keadaan rumah tangganya sedang hancur sehingga kasihan kalau anak-anak ditinggalkan sendiri di dunia tanpa ibunya.

Di akhir kesaksian itu, kakak menyampaikan bahwa pendampingan orang yang akan meninggal itu bukan hanya pelayanan secara psikologis atau proses medis, tetapi lebih dari itu adalah menjagai Roh supaya tidak direbut oleh roh-roh jahat (roh dementor) - dan jika sudah waktunya malaikat-malaikat akan menjagai sehingga bisa pergi ke surga dengan sukacita. Doa di sepanjang waktu ketika menjagai yang bisa kita ucapkan adalah : doa rantai Bapa Kami.

Penjelasan mengenai roh-roh yang menyerang orang yang sedang lemah dan menjelang meninggal ada di artikel : Roh Dementor -- http://pesta.sabda.org/node/1745

SAKIT JANTUNG DAN TULANG BELAKANG

Ketika waktu rehat, ada seorang ibu yang mendekat yang bercerita mengenai pengalaman pribadinya ketika mengucapkan doa rantai Bapa Kami.

Ibu itu bercerita menderita sakit jantung, dan berdasarkan pemeriksaan medis perlu dipasang ring. Dia sangat takut, tetapi karena ingin sembuh maka dia menjalani tahap-tahap pemeriksaan berikutnya untuk operasi pemasangan ring. Ketika menjelang operasi dilakukan, dari semenjak berada di ruangan dia terus berdoa rantai Bapa Kami dengan tak putus sambil memegang dada kirinya. Dia terus berdoa sampai masuk di dalam ruang operasi karena tidak dibius total. Di ruang operasi, dokter memeriksa ulang posisi penyempitan pembuluh yang akan dipasangi kateter, dan tindakan lain yang diperlukan. Setelah beberapa lama operasi dinyatakan selesai.

Pada saat itu saat itu dokter berkata dengan keheranan bahwa operasi pasang ring tidak jadi dilakukan, karena setelah diperiksa berulang-ulang di ruang operasi, ternyata jantung ibu itu sehat. Kuasa Tuhan Yesus itu luar biasa. Sampai sekarang ibu itu tidak pernah mengalami sesak di dada karena penyakit jantungnya sudah sembuh secara ajaib di ruang operasi.

Kemudian ibu itu menceritakan kesaksian yang lain mengenai eyangnya. Si eyang menderita sakit tulang punggung bungkuk yang menyakitkan. Melihat kondisi tubuh yang sudah tua dan menderita tidak bisa tidur, maka ibu itu berdoa rantai Bapa Kami sambil mengusap-usap punggung si eyang. Doa rantai Bapa Kami terus diucapkan berulang-ulang, dan mukjizat terjadi - punggung si eyang bisa lurus dan rasa sakitnya lenyap. Setelah itu si eyang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, karena dia sebelumnya non Kristen. Mukjizat dan keselematan terjadi, seperti yang dilakukan Tuhan Yesus di rumah ibadat menyembuhkan perempuan yang sakit bungkuk selama delapan belas tahun (Lukas 13:10-13). Kuasa kesembuhan Tuhan Yesus itu tetap ada dari dahulu, sekarang dan selamanya. Puji Tuhan!

(Lukas 13:10-13) Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.

---

Ternyata kuasa doa rantai Bapa Kami tidak hanya disampaikan kepada kita, tetapi Roh Kudus juga menyampaikan kepada anak-anak Tuhan di berbagai tempat. Itu menunjukkan bahwa pewahyuan kuasa doa itu berasal dari surga, karena Roh Kudus yang sama menyampaikan pewahyuan yang sama persis kepada anak-anakNya sekalipun tidak mengenal sebelumnya.

Di Akhir Jaman ini Tuhan Yesus menunjukkan masa penghakiman dunia semakin singkat. Iblis tahu bahwa sebentar lagi dia akan binasa, maka kerja roh-roh jahat juga berlipat-lipat kali dibandingkan tahun-tahun silam. Kita lihat di berbagai media bahwa kejahatan dan pengrusakan di keluarga dan masyarakat sudah sampai pada tingkat yang sangat parah dan kritis. Akan tetapi pada Masa Akhir ini , Tuhan Yesus juga menyatakan kuasaNya yang semakin dahsyat kepada anak-anak untuk bisa melawan setiap serangan iblis, dan menjalani kehidupan dengan penuh kuasa dan kemenangan di dalam iman. Salah satu kuasa yang dinyatakan di akhir jaman ini adalah kuasa Doa Rantai Bapa Kami. Saya doakan Roh Kudus yang ada di dalam hidup kita menguatkan kita semua untuk bisa menguji dan mengalami kuasanya secara pribadi dan keluarga.

Tetap semangat di dalam Firman Tuhan dan Langkah Iman.

GBU
(Indriatmo)

* * * * *