DRK-Referensi 06c

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading
Nama Kursus : Doktrin Roh Kudus
Nama Pelajaran : Dosa Terhadap Roh Kudus
Kode Referensi : DRK-R06c

Referensi DRK-R06c diambil dari:

Judul Buku : 5 Menit Teologi
Judul artikel : Dosa yang Tidak Dapat Diampuni "Semuanya, Kecuali yang Satu Ini."
Pengarang : Dr. Rick Cornish
Penerbit : Pionir Jaya, Bandung, 2007
Halaman : 168 - 170

DOSA YANG TIDAK DAPAT DIAMPUNI

Beberapa orang takut sekiranya mereka telah melakukan "dosa yang tidak dapat diampuni" yang dibicarakan Yesus dalam Injil (Matius 12:31-32; Markus 3:28-29; Lukas 12:10.) Catatan Matius berbunyi, "Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak."

Jadi, dosa apakah yang tidak dapat diampuni? Beberapa dugaan meliputi pembunuhan, berzinah, mati dalam ketidakpercayaan, atau beberapa dosa yang dilakukan pada zaman Kristus. Tetapi, tak satu pun dari dosa-dosa itu muncul sesuai dengan ayat pada bagian ini. Pembunuhan dan perzinahan merupakan dosa yang serius, tetapi tidak berhubungan dengan yang Yesus katakan. Faktanya, Daud melakukan kedua dosa itu dan diampuni. Mungkin saya yang di maksudkan-Nya adalah mati dalam ketidakpercayaan, tetapi nampaknya Yesus sedang membicarakan pada umumnya. Barangkali itu adalah sesuatu yang dilakukan hanya selama masa Yesus hidup di bumi, tetapi teksnya tidak sungguh-sungguh berbunyi seperti itu. Ia menyebut dosa yang tidak dapat diampuni itu "Penghujatan terhadap Roh Kudus," suatu peringatan yang jelas mengenai kondisi kerohanian seseorang, tetapi apakah artinya dosa itu?

Latar belakang perkataan Yesus menyangkut sebuah kontroversi tatkala orang-orang Farisi mempertanyakan sumber kuasa Yesus setelah Ia mengusir roh jahat dari seorang buta dan tidak dapat berbicara. Orang-orang Farisi telah melihat bukti yang menguatkan siapa Yesus sebenarnya, tetapi mereka menuduhnya bekerja sama dengan setan ketika melakukan mukjizat itu. Orang-orang Farisi itu menyamakan pekerjaan Allah dengan pekerjaan setan, dengan mengabaikan bukti yang telah mereka saksikan. Persoalan mereka bukanlah ketidakpedulian yang membabi buta, melainkan penolakan yang memang mereka kehendaki. Dengan sengaja menolak untuk percaya, meskipun telah melihat kebenaran, tampaknya seperti yang Yesus katakan merupakan dosa yang tidak dapat diampuni.

Mengapa disebut tidak dapat diampuni? Jikalau orang menuduh Yesus bersifat seperti setan meskipun mereka telah mengetahui Ia adalah Kristus, kondisi hati mereka telah dikeraskan sedemikian rupa sehingga tidak akan bertobat. Tampaknya, Yesus percaya bahwa itulah yang telah dilakukan oleh orang-orang Farisi i mereka mengetahui siapa diri-Nya, kuasa karya-Nya berasal dari Roh Kudus, tetapi mereka mengatakan kuasa itu dari setan. Hati mereka dikeraskan hingga taraf yang tidak dapat bertobat, artinya tidak memungkinkan lagi ada pengampunan. Karena Allah hadir dan aktif berkarya di dalam Kristus, penolakan terhadap Dia merupakan penolakan terhadap Allah dan pengampunan apa pun yang tersedia di dalam Dia. Perkataan Yesus menunjukkan bahwa penolakan itu merupakan suatu kondisi terakhir dan tidak dapat di balik kembali. Sifat tidak bisa diampuni itu bukan disebabkan oleh kurangnya anugerah Allah, melainkan karena pilihan tegas mereka untuk menolak cara Allah mengampuni.

Jikalau Anda khawatir mengenai kemungkinan Anda telah melakukan suatu dosa yang tidak dapat diampuni, hampir dapat dipastikan Anda tidak melakukan dosa itu. Kekhawatiran melakukan dosa itu berarti menyatakan perilaku yang bertentangan dengan dosa itu. Orang-orang yang berdosa mungkin tidak peduli sehingga mereka tidak merasa bersalah atau merisaukan kemungkinan itu. Jadi, kerisauan mengenai kemungkinan mereka telah melakukan dosa yang tidak dapat diampuni merupakan bukti bahwa mereka belum melakukan dosa itu. Jikalau setelah membaca penjelasan ini Anda cukup merasa risau sehingga bercermin pada isu ini, kemungkinan Anda tidak bersalah [terhadap dosa yang tidak dapat diampuni ini, penterjemah].