DRK-Referensi 03c

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading
Nama Kursus : Doktrin Roh Kudus
Nama Pelajaran : Karya Roh Kudus Bagi Orang Percaya
Kode Pelajaran : DRK-R03c

Referensi DRK-R03c diambil dari:

Judul Buku : Nama-Nama Roh Kudus
Judul artikel : Nama-Nama Bagi Pelayanan Roh Kudus Dalam Pengajaran
Pengarang : Elmer L.Towns
Penerbit : Yayasan ANDI, Yogyakarta, 1997
Halaman : 64 - 81

NAMA-NAMA BAGI PELAYANAN ROH KUDUS DALAM PENGAJARAN

Pada saat Anda membaca suatu bagian Alkitab, dan tiba-tiba sebuah ayat tampak sangat menonjol dan kemudian Anda melihat suatu kebenaran yang tidak pernah Anda lihat sebelumnya, maka itu adalah pelayanan Roh Kudus yang sedang membuat Anda melihat kebenaran tersebut. Pada kesempatan lainnya, Anda mungkin sedang mendengarkan sebuah khotbah atau mengikuti pelajaran Alkitab dan sebuah terang tiba-tiba menyala. Anda melihat Kristus dengan jelas sekali. Itu adalah pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus adalah Penerang, Guru, Pribadi yang mencelikkan kebutaan rohani Anda.

Ketika Anda berdoa, "Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu" (Mazmur 119:18), itu berarti Anda sedang memohon agar Roh Kudus memperlihatkan hal-hal yang baru dari Alkitab.

Roh Kudus adalah Penolong Anda. Sama seperti seorang guru taman kanak-kanak menolong murid-muridnya mengenal huruf-huruf abjad atau menolong mereka menjumlahkan dua ditambah dua, demikian juga Roh Kudus menolong bayi-bayi rohani di dalam Kristus mengenal kebenaran Kristen yang mendasar, atau menolong orang-orang percaya yang telah dewasa memahami kehidupan Kristen yang lebih dalam.

Roh Kudus adalah Guru kita. Sewaktu Yesus berjanji bahwa Ia akan mengutus Roh, Ia berkata lagi, "... Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu" (Yohanes 14:26). Meskipun perkataan Yesus ini mungkin secara langsung disampaikan kepada murid-murid, tentu saja berlaku juga bagi kita pada masa sekarang. Kemudian Yesus berjanji bahwa Sang Guru tersebut akan "memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran" (Yoh. 16:13).

Paulus juga menunjukkan pelayanan Roh Kudus dalam pengajaran pada waktu ia mengingatkan jemaat Korintus, "Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh" (1 Korintus 2:13). Kemudian, sewaktu mengingatkan orang-orang Kristen, Yohanes juga menekankan pelayanan Roh Kudus dalam pengajaran:

"Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu - dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta - dan sebagaimana Ia dulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia" (1 Yohanes 2:27).

Dalam bagian ini, "pengurapan" terjadi pada saat Roh Kudus datang kepada seorang percaya dan mengurapi orang percaya tersebut dengan diri-Nya sendiri. Orang percaya menerima Roh Kudus, yang mengajarkan perkara-perkara rohani kepadanya.

Kita biasanya menganggap Yesus sebagai seorang Guru; nama inilah yang banyak kali digunakan untuk memanggil Dia, lebih banyak daripada setiap nama lainnya. Sebutan Guru tampaknya tidak pernah digunakan untuk menerangkan Roh Kudus sebagaimana sebutan tersebut digunakan untuk menerangkan Yesus, namun demikian Roh Kudus melaksanakan seluruh tugas seorang guru: Ia membimbing, mengungkapkan, mengajar, memberitahukan, menunjukkan, memimpin, bahkan juga seperti yang akan dilakukan seorang guru manusiawi, menegur, membetulkan dan menghukum.

  1. Roh Kudus Sebagai Guru

  2. Bab ini akan menggambarkan Roh Kudus dalam pelayanan pengajaran-Nya dengan menggunakan beberapa nama berikut ini: Pengurapan (1 Yohanes 2:27), Roh Nasihat (Yesaya 11:2), Roh Wahyu (Efesus 1:17), Roh Kebenaran (Yohanes 14:17).

    1. Pengurapan

    2. Pada saat Yohanes menggambarkan Roh Kudus sebagai pengurapan, ia menekankan pelayanan pengajaran-Nya secara langsung (lihat I Yohanes 2:27). Beberapa orang telah menggunakan pernyataan tersebut untuk membenarkan alasan mereka tidak mau belajar dari para guru manusiawi mana pun. Sebenarnya, Yohanes tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa adalah keliru belajar dari guru-guru manusiawi (ia sendiri sedang mengajar orang lain ketika ia menulis pernyataannya itu); tetapi yang ia maksudkan, yaitu bahwa guru-guru itu sama sekali tidak perlu menolong orang-orang Kristen membedakan kebenaran dari kesalahan. Sebagian besar guru Alkitab setuju bahwa Yohanes menulis surat ini untuk memperingatkan orang-orang Kristen tentang pengajaran-pengajaran palsu yang disampaikan oleh guru-guru yang menyesatkan. Untuk maksud itulah, ia mengingatkan para pembacanya bahwa Pengurapan mengajarkan kebenaran, bukan dusta; dan, oleh karena itu, dapat diandalkan secara lebih konsisten dibandingkan guru-guru manusiawi yang mungkin saja tidak mengajarkan kebenaran.

      Sering terjadi, Roh Kudus telah mencegah orang-orang Kristen baru untuk tidak terlibat dalam ajaran yang menyesatkan dengan memberitahukan kepada mereka suatu kesalahan dalam pengajaran sesat tersebut. Kadang-kadang, mereka sama sekali tidak memahami pelayanan Pengurapan Yang secara langsung ini sampai saat mereka menengok kembali setelah lewat beberapa tahun dan menyadari bagaimana Roh Kudus telah menolong mereka di dalam membedakan antara kebenaran dan kesalahan sewaktu mereka mempelajari Firman Tuhan.

      Selain memberikan perlindungan terhadap pelajaran-pelajaran yang negatif atau menyesatkan, Roh Kudus juga akan mengajar dengan pengurapan-Nya. Roh Kudus datang dan mencelikkan kebutaan rohani dari orang-orang "yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini" (2 Korintus 4:4). Pikiran yang duniawi membutakan kita terhadap rencana Allah dan kita tidak dapat memahami prinsip-prinsip keselamatan. Roh Kudus adalah Guru yang menunjukkan kepada kita arti Salib Kristus.

      Sebagai Guru, Roh Kudus juga mengajarkan kepada kita tentang Yesus Kristus. Beberapa orang telah dibutakan " hingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah" (2 Korintus 4:4). Roh Kudus memperjelas dan mempermuliakan Yesus Kristus sehingga kita dapat melihat Dia. Yesus menjelaskan, "Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, ... Ia akan memuliakan Aku" (Yohanes 16:13-14). Topik utama dalam kurikulum Roh Kudus adalah Tuhan Yesus Kristus.

    3. Roh Wahyu

    4. Ketika Paulus berdoa agar jemaat Efesus dapat menerima Roh Wahyu (lihat Efesus 1:17), ia memberi tekanan pada pelayanan Roh Kudus dalam pengajaran yang menunjukkan kepada kita hal-hal yang hanya dapat kita ketahui dari pelayanan-Nya. Seorang guru yang baik tidak hanya menyampaikan fakta-fakta dari suatu pelajaran, melainkan juga memberikan wawasan-wawasan yang menolong murid untuk dapat memahami dan mengerti betul hubungan-hubungan yang ada dalam fakta-fakta itu. Roh Wahyu mengajarkan kepada orang Kristen wawasan-wawasan tentang kehidupan, yang dapat menolong mereka memahami kekuatan-kekuatan yang bekerja dalam kehidupan mereka.

    5. Roh Kebenaran

    6. Sebuah nama lainnya dari pelayanan Roh Kudus dalam pengajaran yang menegaskan karakter pengajaran-Nya, yaitu Roh Kebenaran (lihat Yohanes 14:17). Sebagai Roh Kebenaran, maka segala sesuatu yang diajarkan Roh Kudus ditandai dengan kebenaran. Ini berarti bahwa pelajaran-pelajaran yang disampaikan Roh Kudus benar-benar tepat dan akurat, dan setiap murid-Nya dapat memiliki keyakinan yang penuh tentang apa yang diajarkan kepada mereka.

      Saya telah mengajar di berbagai kampus dan seminari Kristen selama 33 tahun. Saya berharap dapat mengatakan bahwa saya tidak pernah membuat suatu kesalahan pun, tetapi saya tidak dapat. Pada suatu hari, saya menunjukkan sebuah kata ganti yang terdapat dalam sebuah ayat, dan mengatakan kepada mahasiswa di kelas saya bahwa kata ganti itu menunjuk pada Paulus, padahal sebenarnya kata ganti tersebut menunjuk pada Yesus. Saya mundur sejenak, mengoreksi diri saya sendiri, dan kemudian meneruskannya lagi. Tetapi Roh Kudus selalu tepat, dan tidak pernah bertentangan dengan diri-Nya sendiri, sebab Ia adalah Roh Kebenaran.

  3. Tugas Roh Kudus Dalam Proses Belajar

  4. Dalam bagian sebelumnya, Roh Kudus sebagai Guru ditekankan. Di sini kita harus memperhatikan bahwa beberapa nama Roh Kudus dalam mengajar tampaknya lebih menekankan proses belajar daripada mengajar. Tujuan dari seluruh pengajaran adalah belajar. Saya telah memberi definisi pengajaran sebagai "bimbingan dalam berbagai aktivitas belajar". Tak ada satu orang guru pun yang benar-benar telah mengajar sebelum muridnya mempelajari pelajaran yang disampaikannya. Berikut ini adalah beberapa nama yang digunakan untuk Roh Kudus yang menekankan proses belajar: Roh Pengertian (Yesaya 11:2), Roh Yang Membangkitkan Kekuatan (2 Timotius 1:7), Roh Pengenalan (Yesaya 11:2) dan Roh Keahlian (Keluaran 28:3).

    1. Roh Pengertian

    2. Sebagai Roh Pengertian (lihat Yesaya 11:2), Roh Kudus memungkinkan murid-murid-Nya untuk memahami fakta-fakta yang mendasar tentang Allah dan dunia-Nya. Pelajaran-pelajaran rohani ini menjadi dasar bagi semua pelayanan pengajaran-Nya yang lain dalam kehidupan kita. Tujuan utama dari pelayanan Roh Kudus dalam mengajar adalah untuk meningkatkan pengenalan kita akan Allah yang berdasarkan pengalaman.

      Sebagai contoh, kita tahu bahwa berbohong adalah salah, namun Roh Kudus menyatakan sifat "kebohongan" kita yang sebenarnya, karena kita suka menyebutkannya. Kemudian kita merasa takut oleh karena apa yang telah kita ucapkan. Kita memiliki pengetahuan yang bersifat teoritis tentang tindakan-tindakan kita sampai Roh Kudus menyatakan sifat tindakan-tindakan kita yang sebenarnya. Hal yang sama dapat dikatakan juga tentang kebenaran yang positif. Seseorang mengetahui tentang Yesus dari melihat sebuah film yang mengisahkan peristiwa Natal atau Paskah. Mungkin juga ia mendengar suatu khotbah atau membaca sebuah buku Kristen, tapi ia tidak memiliki hubungan dengan Yesus Kristus dalam pengalaman pribadinya. Kemudian Roh Kudus menyatakan Yesus Kristus kepada orang tersebut, yang menderita karena dosa. Ini adalah pelayanan Roh Kudus sebagai Guru, yang juga adalah Roh Pengertian.

      Dari sudut pandang atau perspektif kita sebagai murid Roh Kudus, kita harus bersandar dan percaya sepenuhnya kepada Dia untuk mengajar kita supaya kita memperoleh pemahaman secara intelektual yang lebih besar tentang Yesus dan juga hubungan yang lebih erat dan mendalam dengan Dia.

      Roh Kudus tidak akan membisikkan dalam telinga kita selama ujian pada saat kita berdoa memohon sebuah jawaban yang tidak pernah kita ingat. Roh Kudus menerangi Alkitab pada saat kita belajar dan mempelajari Firman Allah. Ia menolong kita untuk mempelajari dan menerima pengertian tentang perkara-perkara rohani. Roh Kudus bekerja secara tidak langsung dengan menggunakan segala kemampuan yang kita miliki sehingga kita dapat menerima penerangan rohani.

    3. Roh yang Membangkitkan Kekuatan

    4. Kadang-kadang, orang Kristen berkelakuan secara tidak masuk akal sambil menyatakan bahwa dirinya berada dalam pengaruh kekuasaan Roh Kudus. Akan tetapi, Alkitab menjanjikan bahwa Allah telah memberikan kepada kita "Roh yang membangkitkan kekuatan" (2 Timotius 1:7). Kekuatan tersebut disampaikan kepada roh kita oleh Roh Kudus. Roh Kudus membebaskan kita dari ketakutan ataupun tekanan-tekanan emosional lainnya yang dapat menyebabkan kita melakukan hal-hal yang bodoh atau membuat keputusan-keputusan yang tolol. Ia bekerja sama dengan roh kita sendiri untuk memberikan kepada kita kepercayaan yang kuat.

      Pada saat orang bertobat kepada Kristus, pelayanan Roh Kudus dalam kehidupan mereka seringkali menghasilkan suatu kemampuan yang meningkat untuk berpikir secara rasional, tanpa pikiran mereka diperkeruh oleh pengaruh obat-obatan, alkohol, pornografi dan lain sebagainya. Barangkali Anda telah mengalami pelayanan Roh Kudus dalam kehidupan Anda sendiri dengan suatu cara yang memerlukan arah baru yang mengejutkan Anda. Dalam kesempatan yang lain, Roh yang Membangkitkan Kekuatan memungkinkan kita untuk belajar melalui penerapan rasional dari kebenaran yang sudah kita ketahui. Ia berharap agar kita memikirkan setiap masalah yang rumit secara dalam-dalam dan kemudian mengambil suatu kesimpulan, sangat mirip dengan yang dilakukan seorang mahasiswa dalam menyusun hasil riset yang harus ia kerjakan sendiri. Proses ini merupakan pengalaman belajar bagi orang Kristen dan sekaligus juga merupakan pelayanan Roh Kudus dalam mengajar orang Kristen.

    5. Roh Pengenalan

    6. Langkah ketiga dalam proses belajar termasuk memperoleh wawasan-wawasan atau pengertian-pengertian dari "Roh Pengenalan" (Yesaya 11:2). Pengenalan atau pemahaman adalah kemampuan melihat dengan jelas adanya perbedaan-perbedaan yang hampir tak kentara di antara dua pilihan atau lebih. Kita tidak dapat hanya selalu memandang suatu persoalan dan kemudian berusaha menarik suatu kesimpulan yang rasional atas dasar apa yang kita ketahui. Kita dapat sepenuhnya mempercayai Roh Pengenalan untuk memberikan kepada kita pengertian-pengertian yang, tanpa pertolongan-Nya, mungkin tidak pernah kita miliki. Roh Kudus mungkin telah mengajarkan kepada kita pelajaran-pelajaran yang terdahulu, jadi pada saat harus mengambil keputusan, Ia menolong kita untuk menetapkan pilihan yang benar dan tepat.

    7. Roh Keahlian

    8. Sebagai "roh keahlian" (Keluaran 28:3), Roh Kudus mengajar kita untuk memandang kehidupan dari perspektif Allah. Keahlian adalah kemampuan untuk secara tepat menerapkan seluruh fakta atau pengertian yang telah kita pelajari dan ketahui. Seorang yang masih muda dan baru saja mendapat gelar Ph.D. mungkin sarat dengan pengetahuan, tetapi ia mungkin tidak memiliki keahlian yang dimiliki ayahnya yang tidak pernah studi di bangku perguruan tinggi. Ayah yang ahli tersebut tahu bagaimana cara menerapkan fakta-fakta yang ia ketahui.

      Sebagai Roh Pengertian, Roh Kudus menyampaikan fakta-fakta yang Ia ajarkan dan, sebagai Roh Pengenalan, Ia menolong orang percaya untuk menerapkan fakta-fakta tersebut dalam kehidupan. Tesis Kitab Amsal mungkin dapat diringkaskan dengan kata-kata sendiri sebagai berikut: "Anakku, serahkanlah dirimu kepada pengertian agar engkau bisa memperoleh keahlian." Ketika orang Kristen mendapati diri mereka dalam suatu situasi di mana mereka tidak tahu apa yang harus diperbuat, mereka harus berdoa untuk memohon keahlian atau hikmat yang lebih lagi (lihat Yakobus 1:5). Salah satu cara yang akan Allah gunakan untuk menjawab doa seperti itu adalah melalui pelayanan Roh Keahlian (Roh Hikmat).

  5. Cara Roh Kudus Mengajar

  6. Semua guru yang baik menyadari bahwa kaidah-kaidah tertentu dalam proses mengajar dan belajar akan meningkatkan pelayanan mengajar mereka jika secara konsisten kaidah-kaidah itu diterapkan. Demikian pula, Roh Kudus mengajarkan kepada kita kebenaran-kebenaran tentang Allah sesuai dengan prinsip-prinsip tertentu. Meskipun ada banyak prinsip pengajaran yang bisa diambil dari nama-nama Roh Kudus dalam proses mengajar, beberapa prinsip berikut ini menjelaskan bagaimana Roh Kudus mengajar kita dan bagaimana kita dapat mengajar orang lain secara lebih efektif.

    1. Prinsip Tentang Kesediaan

    2. Kesediaan sebagai suatu prinsip dalam pelayanan pengajaran Roh Kudus dijelaskan dalam cara Ia menyatakan kehendak Allah kepada para penulis Kitab Suci. Roh Kudus memakai 40 orang penulis dalam waktu selama kurang lebih 1.600 tahun untuk menyelesaikan 66 kitab yang ada dalam Alkitab. Hasil akhir tulisan tersebut dapat dibaca oleh pembaca biasa sampai selesai dalam waktu kira-kira 80 jam. Tentu, sebuah buku yang memiliki ukuran dan format yang sama dengan Alkitab sebenarnya dapat saja ditulis dan di selesaikan dalam waktu yang jauh lebih cepat daripada yang diperlukan Roh Kudus di dalam menulis Alkitab yang butuh waktu lebih dari 1.600 tahun. Bagaimanapun juga, Alkitab sendiri menegaskan bahwa untuk selama-lamanya Firman Allah "tetap teguh di surga" (Mazmur 119:89). Sebenarnya, Roh Kudus bisa saja mendiktekan Firman Allah yang tetap teguh itu kepada seorang jurutulis yang ahli dan efisien yang mampu menuliskannya hanya dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan, tidak perlu sampai berabad-abad.

      Salah satu alasan mengapa Roh Kudus menggunakan waktu-Nya di dalam mengajarkan Alkitab kepada banyak generasi manusia berhubungan dengan prinsip tentang kesediaan. Sebelum Ia dapat mengajarkan inti dari Alkitab, yaitu keselamatan yang disediakan melalui kematian Kristus di kayu salib, Roh Kudus terlebih dahulu perlu mengajarkan kepada manusia hukum Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa mereka sesungguhnya memerlukan keselamatan. Pelajaran-pelajaran yang di sampaikan-Nya melalui para nabi secara kuat membuktikan ketidakmampuan kita untuk memelihara dan berjalan sesuai dengan hukum tersebut. Hal ini menolong menjadikan generasi-generasi lainnya siap untuk menerima berita Injil. Setelah mengajarkan cara atau jalan yang melaluinya kita dapat diselamatkan, Roh Kudus kemudian mengajarkan melalui para rasul tentang bagaimana menjalani kehidupan Kristen yang sesungguhnya. Dalam setiap kejadian, sebuah pelajaran tidak diajarkan sebelum kesediaan terbentuk terlebih dahulu.

      Jika Anda telah menjadi orang Kristen selama beberapa waktu, Anda akan menyadari bahwa Roh Kudus mengajar Anda dengan sangat baik ketika Anda siap untuk mempelajari kebenaran baru. Pernahkah Anda membaca suatu bagian Alkitab yang sudah sering Anda baca dan kemudian Anda mempelajari suatu hal baru yang dapat Anda terapkan dalam kehidupan Anda? Mengapa Roh Kudus tidak mengajarkan kepada Anda prinsip tersebut pada saat pertama kali Anda membaca bagian itu? Salah satu alasannya, mungkin pada saat pertama kali Anda membaca bagian itu, Anda tidak atau belum siap mempelajari prinsip tersebut.

      Dalam respons yang kita berikan terhadap pelayanan Roh Kudus yang sedang mengajar, kita perlu mempertahankan keterbukaan terhadap perintah-Nya dan kesiapsediaan untuk mempelajari segala sesuatu yang hendak di ajarkan-Nya kepada kita.

    3. Prinsip Tentang Keanekaragaman

    4. Roh Kudus mengungkapkan kebenaran kepada para penulis Kitab Suci dalam cara yang beraneka ragam, seperti lewat: mimpi, percakapan secara lisan (verbal), peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan sejarah (historis), dan pemikiran yang rasional. Dalam beberapa kesempatan, Roh menulis atau mendiktekan pesan secara langsung. Ia tidak hanya mengandalkan satu metode pengajaran yang terjamin kehebatannya dan kemudian menggunakan metode tersebut sampai menjadi tidak efektif lagi.

      Dalam pelayanan pengajaran-Nya dalam kehidupan Anda sendiri, pernahkah Anda memperhatikan beraneka ragam cara yang digunakan Roh Kudus untuk mengajarkan kebenaran kepada Anda? Sering terjadi, Ia mengajar saat kita membaca Alkitab atau mendengar sebuah pelajaran ataupun kotbah yang disampaikan. Dalam kesempatan yang lain, Ia mungkin mengizinkan keadaan tertentu yang kita alami dalam kehidupan untuk mengajarkan kepada kita pelajaran-pelajaran yang sangat penting. Kadang-kadang, Ia berbicara melalui nasihat yang diberikan orang lain, baik secara formal maupun informal, ketika mereka membagikan pelajaran apakah yang telah mereka peroleh dari Roh Kudus. Dalam suatu kejadian yang lain, Roh Kudus mungkin menggunakan literatur (bacaan) rohani, siaran radio atau televisi Kristen untuk mengajarkan kepada kita apa yang Ia kehendaki untuk kita ketahui. Kita tidak perlu merasa heran dengan adanya berbagai macam cara kreatif yang digunakan Roh Kudus untuk mengajarkan kepada kita pelajaran-pelajaran yang sangat penting.

      Sebuah pelajaran penting dapat dipelajari di sini bagi kita yang berusaha mengajar anak-anak kita atau orang lain tentang apa yang telah diajarkan Roh Kudus kepada kita. Kita tidak harus bergantung pada satu cara tertentu di dalam mengajar atau menyampaikan pelajaran kepada orang lain. Sebaliknya, kita harus menyadari bahwa metode pengajaran kita yang beraneka ragam akan menjadikan pengajaran kita lebih menarik, dan biasanya mereka yang kita ajar juga akan bisa menerima pelajaran yang kita sampaikan dengan lebih baik dan terus meningkat.

    5. Prinsip Tentang Respons Kehidupan

    6. Prinsip ketiga yang tersirat dalam nama-nama Roh Kudus dalam mengajar adalah prinsip tentang respons kehidupan. Roh Kudus tidak mengajar kita untuk memperluas atau menambah pengetahuan kita, melainkan Ia menyampaikan kebenaran kepada kita untuk dapat diterapkan dalam kehidupan kita. Pada saat Ia mengajar, Ia berharap untuk melihat suatu respons kehidupan dalam diri para murid-Nya.

      Dari waktu ke waktu, sangatlah baik bagi orang Kristen untuk mengevaluasi seberapa jauh mereka sedang menerapkan pelajaran-pelajaran yang telah diajarkan Roh Kudus kepada mereka. Dalam enam bulan terakhir ini, pelajaran baru apakah yang telah diajarkan Roh Kudus kepada Anda? Perubahan apakah yang telah dibuat oleh pelajaran tersebut dalam kehidupan Anda? Perubahan apakah yang sebenarnya dapat dibuat oleh pelajaran tersebut jika saja Anda lebih responsif terhadap pengajaran Roh Kudus?

      Ini juga merupakan prinsip yang seharusnya menandai pelayanan pengajaran kita. Pada saat kita mengajar orang lain, tujuan dan perhatian kita yang terutama haruslah untuk mengubah kehidupan mereka melalui kebenaran, bukan sekadar untuk menyampaikan isi pelajaran itu saja. Hal ini terutama sekali berlaku pada saat kita mengajarkan Alkitab, yang ditulis "dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik" (2 Timotius 3:17).

    7. Prinsip Tentang Peninjauan Kembali

    8. Banyak ayat dalam buku teks Roh Kudus, yaitu Alkitab, mengajarkan pentingnya peninjauan kembali sebagai suatu prinsip pengajaran. Gaya pengulangan dalam pengajaran yang digunakan Roh Kudus mungkin bisa dijelaskan ketika sebuah frase diulang-ulang untuk menekankan suatu maksud tertentu, "Harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini tambah itu" (Yesaya 28:13). Pengulangan dan peninjauan kembali merupakan kunci untuk belajar.

      Peninjauan kembali yang digunakan Roh Kudus dalam pelayanan pengajaran-Nya sangat jelas kelihatan dalam kehidupan Kristen. Hal-hal tertentu yang dulu telah diajarkan kepada kita oleh Roh Kudus dalam kehidupan Kristen kita sering pada waktu-waktu tertentu diulang lagi di sepanjang kehidupan Kristen. Sebagian besar orang Kristen lebih dulu belajar bahwa mereka perlu berdoa secara teratur. Namun pelajaran tersebut sering kita lupakan. Oleh sebab itu, kita perlu untuk terus-menerus diingatkan mengenai pelajaran ini jika kita benar-benar ingin memiliki suatu kehidupan doa yang efektif. Hal yang sama berlaku juga dalam mempelajari Alkitab (PA) secara pribadi, menyaksikan iman kita kepada orang lain dan dalam banyak pelajaran lainnya yang harus diulangi Roh Kudus untuk pendidikan kita.

      Seorang guru yang baik secara berkala akan mengambil waktu khusus untuk meninjau kembali pelajaran-pelajaran yang sebelumnya. Pelajaran-pelajaran yang lebih dulu tersebut juga menjadi dasar bagi kebenaran baru yang akan diajarkan berikutnya. Jika dasar atau fondasi suatu struktur tidak kuat, maka seluruh struktur itu akan roboh. Oleh karena itu, guru harus meninjau kembali pelajaran-pelajaran dasar yang telah diterima murid-muridnya untuk memastikan bahwa kebenaran-kebenaran yang mendasar tersebut telah dipelajari dengan baik.

    9. Prinsip tentang Garis Perbatasan

    10. Akhirnya, prinsip tentang garis perbatasan mengingatkan kita bahwa pelayanan Roh Kudus dalam mengajar tak akan ada hentinya di sepanjang kehidupan kita. Roh Kudus selalu dapat dan akan mengajarkan kepada kita suatu hal yang baru jika kita terbuka kepada Dia. Belajar seharusnya menghapuskan garis perbatasan kita secara terus-menerus.

      Guru yang baik menyadari bahwa murid-muridnya perlu untuk terus-menerus ditantang dengan kebenaran baru. Peninjauan kembali memang penting, namun dengan terus-menerus mengulangi dasar-dasar tanpa melangkah maju ke suatu hal yang lain akhirnya justru akan membuat murid-murid frustrasi dalam belajar mereka, dan seringkali menimbulkan masalah-masalah disiplin dalam lingkungan pendidikan (baik di rumah, sekolah, gereja, maupun dalam berbagai lingkungan lainnya). Tetapi apabila murid-murid ditantang dengan garis perbatasan yang baru, mereka akan memberikan tanggapan dengan penuh antusias terhadap proses belajar yang mereka jalani.