DRK-Pelajaran 06

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading
Nama Kursus : Doktrin Roh Kudus
Nama Pelajaran : Dosa Terhadap Roh Kudus
Kode Pelajaran : DRK-P06

Pelajaran 06 - DOSA TERHADAP ROH KUDUS

Daftar Isi

  1. Arti Dosa Terhadap Roh Kudus
  2. Bentuk-Bentuk Dosa Terhadap Roh Kudus
    1. Menolak Roh Kudus
    2. Menghujat Roh Kudus
    3. Mendustai Roh Kudus
    4. Mendukakan Roh Kudus
    5. Memadamkan Roh Kudus

Doa

DOSA TERHADAP ROH KUDUS

  1. Arti Dosa Terhadap Roh Kudus

  2. Dalam pelajaran sebelumnya kita telah belajar tentang karunia-karunia Roh Kudus bagi orang-orang percaya. Di mana Roh Kudus hadir dan memberikan karunia-karunia rohani kepada setiap orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus seturut dengan kehendak-Nya. Dan dalam pelajaran ini kita akan belajar tentang perbuatan-perbuatan dosa yang dapat dilakukan manusia kepada Roh Kudus. Apa sajakah dosa-dosa tersebut, mari kita belajar bersama.

    Roh Kudus ada dalam diri setiap orang yang percaya kepada Yesus. Roh Kudus senantiasa aktif bekerja melalui hati nurani untuk menjadi penolong, pembimbing dan mengingatkan setiap orang percaya agar senantiasa hidup menurut kehendak Tuhan. Namun, pada kenyataannya tidak sedikit orang-orang percaya yang justru melakukan perbuatan-perbuatan dosa terhadap Roh Kudus. Seperti tertulis dalam Roma 8:14 yang berbunyi, "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah."

    Apakah yang disebut dengan berdosa terhadap Roh Kudus?

    Dosa dapat diartikan sebagai pelanggaran terhadap hukum Allah (1 Yohanes 3:4), dan dalam arti luas dapat didefinisikan sebagai pelanggaran terhadap standar yang telah ditetapkan oleh Allah. Dosa dapat pula dikatakan sebagai perlawanan dengan atau menentang karakter Allah (Roma 3:23). Jadi, sifat dosa itu sendiri sebenarnya terletak pada arahnya yang bertentangan dengan Allah (Mazmur 51:6; Roma 8:7).

    Dari beberapa definisi tersebut, maka kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa dosa terhadap Roh Kudus adalah setiap tindakan manusia yang arahnya bertentangan atau melawan pribadi Roh Kudus. Roh Kudus hidup di dalam diri orang percaya terutama untuk memimpin mereka hidup dalam Roh. Tapi orang percaya tidak selalu mau menuruti-Nya, mereka kadang lebih memilih menuruti keinginan daging daripada hidup menuruti Roh Kudus. Alkitab mengatakan bahwa Roh Kudus adalah pribadi dan Ia adalah Allah. Maka, ketika seseorang melakukan suatu perbuatan di mana perbuatan itu menyimpang dan melawan Roh Kudus, maka tentu saja tindakan tersebut adalah dosa. Itulah yang disebut sebagai dosa terhadap Roh Kudus.

    Seperti yang tertulis dalam Alkitab, bahwa Roh Kudus telah tinggal di dalam diri seseorang ketika ia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi. Oleh sebab itu, sudah selayaknya bagi orang percaya untuk senantiasa hidup di dalam Roh dengan menyadari keberadaan Roh Kudus dan menghormati Roh Kudus sebagai pribadi yang memimpin hidupnya agar seturut dengan kehendak Allah. Setiap orang percaya yang senantiasa berusaha untuk taat kepada Roh Kudus, hidupnya akan menghasilkan buah Roh Kudus (Galatia 5:22-23), maka ia akan memuliakan Allah Bapa dan Tuhan kita Yesus Kristus. Dengan demikian, ia tidak berdosa terhadap Roh Kudus. Sementara itu, bagi orang yang berdosa terhadap Roh Kudus, yaitu yang melakukan suatu perbuatan yang melawan dan menentang Roh Kudus, maka ia telah mendatangkan hukuman atas dirinya sendiri.

  3. Bentuk-Bentuk Dosa Terhadap Roh Kudus

  4. Ada banyak ajaran baru muncul sehubungan dengan doktrin Roh Kudus sejak abad 20, yang mungkin secara sengaja atau tidak sengaja justru menyebabkan kita melakukan perbuatan-perbuatan yang berdosa terhadap Roh Kudus. Berikut ini akan kita pelajari beberapa istilah sehubungan dengan perbuatan-perbuatan dosa terhadap Roh Kudus yang disebutkan dalam Alkitab.

    1. Menolak Roh Kudus

    2. Menolak Roh Kudus adalah dosa yang diperbuat oleh orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus. Konsekuensi dari dosa menolak Roh Kudus adalah kematian kekal. Karena jika seseorang menolak Roh Kudus untuk hadir dalam hidupnya, maka dia juga telah menolak Yesus sebagai Anak Allah untuk menjadi korban tebusan bagi dosa-dosanya. Karena natur manusia adalah berdosa, dan konsekuensi dosa adalah kematian kekal. Dan hanya dengan darah Yesus, Anak Allah, manusia dapat diperdamaikan dengan Allah. Seperti tertulis dalam Kitab Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

      Stefanus, martir pertama dalam sejarah Kekristenan dengan tegas berkata kepada orang-orang Yahudi yang akan membunuhnya. Dalam Kisah Para Rasul 7:51, tertulis "Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu." Stefanus menyamakan orang Yahudi dengan nenek moyang mereka yang telah menolak pemberitaan nabi-nabi utusan Allah, padahal pemberitaan para nabi itu diilhamkan oleh Roh Kudus. Maka Stefanus mengingatkan, jika mereka menolak mendengarkan rasul-rasul Kristus dan orang yang telah dipilih oleh Roh Kudus untuk berbicara, maka mereka juga menolak Roh Kudus.

    3. Menghujat Roh Kudus

    4. Dalam Injil dikatakan bahwa dosa yang tidak dapat diampuni, adalah dosa menghujat Roh Kudus, seperti tertulis dalam Matius 12:31, "Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni." Sikap menolak dan tidak mengakui pekerjaan Roh Kudus inilah yang dimaksud dengan menghujat Roh Kudus. Artinya, walaupun mengetahui Roh Kudus yang berkarya, namun tetap menyangkal-Nya dengan menyatakan bahwa karya Roh Kudus itu sebagai pekerjaan Iblis.

      Mengapa dosa menghujat Roh Kudus tidak dapat diampuni?

      Semua manusia memiliki potensi untuk berbuat dosa, tidak terkecuali orang-orang yang sudah percaya kepada Yesus Kristus. Namun, dengan pertobatan yang sungguh-sungguh dan memohon pengampunan kepada Tuhan Yesus, maka dosa-dosa yang telah diperbuatnya dapat diampuni. Akan tetapi tidak demikian dengan perbuatan dosa yang menghujat Roh Kudus. Karena perbuatan dosa ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus, dan membenci segala kebenaran tentang Yesus Kristus. Sehingga barangsiapa melakukan perbuatan dosa menghujat Roh Kudus, seperti tertulis dalam Alkitab maka dosanya tidak dapat diampuni. Seseorang yang menghina Yesus masih dapat diampuni karena mungkin ia belum mengenal siapa Yesus. Namun, menghujat Roh Kudus merupakan dosa yang tidak terampuni, karena Roh Kudus sudah menerangi hatinya dan mengerti kebenaran tapi dengan sengaja tidak menerima-Nya, bahkan menyangkali-Nya.

      Dalam Kitab Injil diceritakan kisah tentang perdebatan antara Yesus Kristus dan beberapa ahli Taurat. Mereka datang dari Yerusalem ke Galilea untuk melihat pengajaran yang diberitakan oleh Yesus Kristus. Bagi mereka Yesus Kristus tidak lebih dari seorang guru yang melakukan penyesatan di antara orang-orang Galilea. Sekalipun mereka telah mendengar pengajaran Yesus dan melihat banyak mukjizat yang dilakukan oleh Yesus, mereka tetap saja menuduh bahwa segala mukjizat yang dilakukan Yesus adalah kuasa yang datangnya dari setan, seperti tertulis dalam Markus 3:22, "Ia kerasukan Beelzebul dan dengan penghulu setan Ia mengusir setan."

      Beelzebul adalah nama dewa orang Kanaan yang berarti "Tuhan dari tempat yang tinggi", namun dalam hal ini digunakan oleh para ahli Taurat itu untuk menunjukkan dari mana kuasa Yesus berasal. Ketika Yesus mengetahui hal itu, Ia berkata bahwa tidak mungkin kuasa setan dapat diusir dengan pertolongan setan pula. Selanjutnya Ia menyatakan bahwa mereka telah menghujat Roh Kudus. Mengapa? Karena dengan sengaja mereka menganggap apa yang dilakukan Roh Kudus berasal dari setan.

      Satu contoh lagi perbuatan dosa menghujat Roh Kudus, yaitu pada saat Yesus sedang mengajar tentang Kerajaan Allah dan kesembuhan dari roh jahat di tengah-tengah pelayanan-Nya. Para ahli Taurat melihat terjadinya kesembuhan itu, namun mereka tetap menuduh bahwa Yesus telah melakukan semuanya itu dengan bantuan penghulu setan. Mata mereka tertutup rapat bagi terang Allah, bagi mereka terang itu telah menjadi kegelapan, yang baik telah menjadi yang jahat, dan yang tidak benar di mata mereka adalah kebenaran.

      "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." (Markus 3:28-29)

    5. Mendustai Roh Kudus

    6. Di dalam kitab Perjanjian Baru, terdapat suatu kisah yang menggambarkan tentang adanya perbuatan dosa mendustai Roh Kudus yang dilakukan oleh pasangan suami istri, yaitu Ananias dan Safira. Kata mendustai dalam kisah ini berasal dari kata kerja bahasa Yunani "Pseudomai" yang berarti "hidup dalam kepalsuan". Hal ini merupakan ungkapan keprihatinan Rasul Petrus atas tindakan yang dilakukan oleh Ananias dan Safira. Mungkin kelihatannya dosa Ananias dan Safira tidak begitu besar, tetapi masalah utamanya adalah mereka telah mendustai Roh Kudus.

      Pada awalnya Ananias merasa iri terhadap Barnabas yang dipuji karena telah memberikan seluruh harta miliknya pada para Rasul untuk kepentingan pelayanan. Ananias dan Safira ingin mendapatkan kehormatan yang sama seperti itu, namun mereka melakukannya dengan menipu dan tidak berkata jujur tentang harta yang dipersembahkannya. Rasul Petrus menegur mereka dengan keras karena telah melakukan perbuatan dosa yaitu berdusta terhadap Roh Kudus. Dan seketika itu juga Ananias dan Safira mati, mereka mendapatkan hukuman dari dosa yang telah diperbuatnya.

      "Tetapi Petrus berkata: 'Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.'"
      (Kisah Para Rasul 5:3-4)

    7. Mendukakan Roh Kudus

    8. Rasa dukacita seringkali hadir karena kesedihan yang diakibatkan oleh rasa kecewa dan disakiti. Rasa itulah yang juga dialami oleh Roh Kudus pada waktu orang-orang yang dikasihi-Nya menyakiti dan mengecewakan-Nya. Roh Kudus sangat mengasihi orang-orang percaya, sebagaimana Yesus mengasihi orang-orang yang percaya kepada-Nya. Akan tetapi, secara sadar maupun tidak sadar orang-orang percaya sering menyakiti dan mendukakan Roh Kudus. (Efesus 4:25-31)

      Ada beberapa contoh ayat dalam Alkitab yang menjabarkan tentang perbuatan-perbuatan yang dapat mendukakan Roh Kudus, di antaranya adalah yang bertentangan dengan:

      1. Roh Kebenaran (Yohanes 14:17). Segala sesuatu yang bersifat palsu, penipuan, ataupun kemunafikan berakibat pada mendukakan Roh Kudus.

      2. Roh Iman (2 Korintus 4:13). Segala sesuatu yang bersifat keragu-raguan, ketidakpercayaan, kegelisahan dan kekhawatiran berakibat mendukakan Roh Kudus.

      3. Roh Kasih karunia (Ibrani 10:29). Segala sesuatu yang ada di dalam kita yang bersifat keras, pahit, dengki, tidak ramah, tidak mengampuni, atau tidak mengasihi juga berakibat mendukakan Roh Kudus.

      4. Roh Kekudusan (Roma 1:4). Segala sesuatu yang tidak bersih, yang mengotorkan dan menghina juga berakibat mendukakan Roh Kudus.

      Lalu apa yang terjadi jika kita mendukakan Roh Kudus?

      Roh Kudus ada di dalam diri setiap orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus. Pada waktu seseorang memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, maka orang itu akan lebih peka terhadap Roh Kudus. Namun sebaliknya, jika orang tersebut hidupnya tidak seturut dengan Firman Tuhan, maka peranan Roh Kudus dalam kehidupan orang tersebut seringkali diabaikan, karena orang tersebut lebih peka terhadap kata hatinya daripada mendengarkan apa yang dikatakan Roh Kudus.

      Pada saat seseorang mendukakan Roh Kudus, maka ia akan kehilangan sukacita dan damai sejahtera dalam hidupnya. Karena hidupnya jauh dari kehendak Tuhan. Dan jika orang tersebut berbalik dari segala perbuatannya yang jahat di mata Tuhan, maka Roh Kudus akan memberikan kembali damai sejahtera dan sukacita itu dalam hidupnya. Ini terjadi karena Roh Kudus menginginkan setiap orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus memiliki kualitas hidup yang Tuhan kehendaki.

      "Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan." (Efesus 4:30)

    9. Memadamkan Roh Kudus

    10. Memadamkan Roh Kudus adalah salah satu perbuatan yang seringkali dilakukan oleh orang-orang percaya. Kata memadamkan berarti "mematikan atau menonaktifkan," hal ini dapat dihubungkan dengan gambaran yang dijelaskan dalam firman Tuhan mengenai Roh Kudus sebagai api. Pada waktu kita memadamkan Roh Kudus yang ada dalam diri kita, maka kita secara sadar maupun tidak sadar kita telah memadamkan kerohanian kita. Gambaran api memberikan dua aspek:

      1. Api akan tetap menyala selama bahan bakar masih tersedia, dan api akan padam ketika tidak ada lagi bahan bakar. Bahan bakar di sini adalah bagaimana kita harus terus mengobarkan iman kita di dalam Yesus, yaitu dengan terus-menerus membaca firman-Nya, berdoa, bersaksi, mengabarkan Injil, memakai karunia yang diberikan untuk pelayanan dan masih banyak lagi. Dengan demikian, Api Roh Kudus akan terus menyala dalam diri kita, dan akan selalu menuntun kita dalam perjalanan iman seturut dengan firman Tuhan.

      2. Api dapat padam ketika kita menyiramnya dengan air, atau menimbunnya dengan tanah. Demikian juga dengan perbuatan dosa, yang mengakibatkan api Roh Kudus menjadi padam dan tidak bekerja dalam diri orang-orang percaya.

      3. Seperti tertulis dalam 1 Tesalonika 5:19; "Janganlah padamkan Roh." Hal ini dapat diartikan bahwa, jangan memadamkan pekerjaan roh Kudus dalam hidup kita. Karena tanpa pertolongan Roh Kudus, hidup kita akan jauh dari kehendak Tuhan

        .


Akhir Pelajaran (DRK-P06)


Doa

Terima kasih Allah Roh Kudus atas segala kasih dan karunia-Mu. Ajar kami menilik hati kami dan mengoreksi keseluruhan hidup kami agar senantiasa berkenan kepada-Mu. Ampunilah kami atas kesalahan yang kami perbuat di hadapan-Mu. Kami sadar tanpa pengampunan dan pertolongan-Mu kami akan gagal untuk setia, namun bersama-Mu kami akan cakap menanggung segala perkara yang menjadi beban hidup kami.

[Catatan: Pertanyaan ada di lembar lain.]