DRK-Pelajaran 04

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading
Nama Kursus : Doktrin Roh Kudus
Nama Pelajaran : Karya Roh Kudus Bagi Gereja
Kode Pelajaran : DRK-P04

Pelajaran 04 - KARYA ROH KUDUS BAGI GEREJA

Daftar Isi

  1. Memperlengkapi Pelayanan Dalam Gereja Lokal
    1. Pelayanan Rasul
    2. Pelayanan Nabi
    3. Pelayanan Penginjil
    4. Pelayanan Gembala
    5. Pelayanan Pengajar
  2. Memperlengkapi Gereja Universal
  3. Fungsi ke Luar
  4. Fungsi ke Dalam

Doa

KARYA ROH KUDUS BAGI GEREJA

  1. Memperlengkapi Pelayanan Dalam Gereja Lokal

  2. "Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus." (Efesus 4:11-12)

    Banyak di antara kita yang mengira bahwa gereja lokal itu hanya menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan peraturan organisasi dan liturgi ibadah. Namun, itu adalah sebuah pemikiran yang salah. Jika dikaji lebih dalam, sesungguhnya gereja adalah suatu organisme hidup, di mana ia dituntut untuk mengalami pertumbuhan. Adapun pertumbuhan dalam gereja lokal mencakup dua hal, yaitu pertumbuhan secara kualitas dan kuantitas. Pertumbuhan kualitas adalah pertumbuhan kualitas kerohanian dari iman jemaat. Sedangkan pertumbuhan kuantitas adalah penambahan jumlah anggota jemaat Tuhan melalui penginjilan.

    Pertumbuhan gereja tidak terlepas dari peranan Roh Kudus. Dalam pertumbuhan secara kuantitas, Roh Kudus bekerja dalam proses pekabaran Injil yang dilakukan oleh gereja. Demikian juga dalam pertumbuhan secara kualitas, Roh Kudus bekerja dalam setiap aspek pelayanan sehingga kerohanian dan iman jemaat bertumbuh. Untuk memaksimalkan pertumbuhan itu sendiri, gereja tidak dapat meniadakan kelima fungsi vital yang wajib dimiliki gereja. Dan, untuk menjalankan kelima fungsi tersebut, gereja wajib untuk melibatkan Roh Kudus supaya kelima fungsi pelayanan dapat berjalan maksimal. Berikut ini, kita akan melihat apa saja lima fungsi utama gereja dan bagaimana Roh Kudus terlibat dalam pelayanan yang dijalankannya.

    1. Pelayanan Rasul

    2. Sebelum melangkah lebih jauh tentang pelayanan Roh Kudus kepada para Rasul, kita akan melihat sekilas tentang apa dan siapakah rasul itu. "Rasul" adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu "apostolos" yang mengandung arti "utusan". Secara jabatan, istilah "Rasul" hanya dipakai untuk menunjuk kedua belas murid Yesus, termasuk Paulus yang menggantikan Yudas Iskariot. Namun secara fungsional, istilah "rasul" memiliki arti yang lebih luas, yaitu menunjuk kepada setiap orang percaya yang diutus untuk menjadi penginjil, misionaris, pengkhotbah, dsb.. Oleh sebab itu, jika ada pendapat yang mengatakan bahwa jabatan rasul juga dimiliki oleh orang-orang percaya di luar kedua belas murid Yesus, maka pendapat tersebut adalah salah. Jabatan rasul dimulai ketika Yesus terangkat ke surga dan berakhir setelah seluruh murid Yesus meninggal. Sejak kematian kedua belas rasul, maka jabatan kerasulan sudah tidak ada lagi. Jika ada suatu peranan yang bersifat kerasulan, hal itu hanya sebatas pada fungsi saja. Adapun fungsi kerasulan pada gereja masa kini adalah untuk menjaga supaya pengajaran gereja masa kini tetap setia kepada pengajaran para rasul Yesus yang berlandaskan pada kebenaran firman Allah.

      Dalam pelayanan yang bersifat kerasulan, Roh Kudus senantiasa memberikan bimbingan dan tuntunan terhadap gereja supaya ajaran yang diberikan oleh gereja tetap setia kepada ajaran para rasul Kristus. Dengan demikian, maka pengajaran gereja tidak akan menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan serta mengakui tulisan para Rasul sebagai standar tertinggi.

    3. Pelayanan Nabi

    4. Istilah 'nabi' berasal dari bahasa Yunani, yaitu "prophetes" artinya, "orang yang mengetahui kehendak Allah dan mempunyai karunia ucapan yang diilhami." Dalam Perjanjian Lama, secara jabatan nabi masih berlaku, namun dalam Perjanjian Baru, keberadaan nabi hanya bersifat fungsional bukan jabatan.

      Fungsi kenabian seharusnya dimiliki oleh setiap gereja masa kini, sebab gereja berperan membawa suara Tuhan untuk disampaikan kepada jemaat. Secara terperinci, berikut adalah fungsi pelayanan kenabian pada zaman Perjanjian Baru:

      1. Sebagai pemberita dan penafsir firman Tuhan yang dikerjakan berdasarkan petunjuk Roh Kudus. Melalui firman Tuhan, nabi mengingatkan, menasihati, menghibur dan membangun jemaat (1 Korintus 12:10; 14:3).

      2. Pelayanan bagi mereka yang memiliki karunia bernubuat.

      3. Pelayanan bagi mereka yang memiliki karunia penglihatan dari Allah (Kisah Para Rasul 11:28; 21:10-11).

      4. Sebagai penyingkap dosa, penyampai kebenaran, pengingat akan kedatangan penghakiman, memberantas keduniawian dan kesuaman umat (Lukas 1:14-17).

      Ketika gereja menjalankan pelayanan kenabian (secara fungsional), Roh Kudus senantiasa bekerja untuk memperlengkapi gereja, dengan catatan gereja harus menjalankan disiplin untuk selalu mendengarkan firman Tuhan setiap saat. Adapun fungsi kenabian gereja diwujudnyatakan melalui pelayanan para pelayan Tuhan di gereja. Di mana dalam menjalankan pelayanannya, mereka dipakai Tuhan dengan dorongan Roh Kudus untuk mendidik dan membimbing jemaat sehingga kerohanian dan iman jemaat di gereja lokal dapat semakin bertumbuh serta memiliki pengajaran Alkitab yang murni. Dalam Kisah Para Rasul 2:17; 4:8; 21:4, dikatakan bahwa Roh Kudus membawa pesan dari Tuhan untuk disampaikan kepada umat melalui para pelayan Tuhan. Tujuannya, supaya umat tetap setia kepada kebenaran firman Tuhan hingga akhir hidup mereka.

    5. Pelayanan Penginjil

    6. Penginjil adalah seorang yang bertugas memberitakan Injil Kristus kepada orang yang belum mengenal-Nya. Bukan itu saja, penginjil biasanya juga bertugas membentuk suatu persekutuan baru bagi orang yang baru percaya. Roh Kudus senantiasa menolong setiap penginjil dengan menggerakkan hati mereka supaya memiliki beban untuk menginjil (Kisah Para Rasul 21:8). Berikut adalah dampak dari pekerjaan Roh Kudus terhadap seorang penginjil.

      1. Penginjil selalu memberitakan Injil pada setiap kesempatan (Kisah Para Rasul 8:4-5, 35).

      2. Rindu membawa orang kepada keselamatan dan dibaptiskan (Kisah Para Rasul 8:6,12).

      3. Pelayanannya disertai berbagai tanda, mukjizat, penyembuhan, dan pembebasan dari roh-roh jahat (Kisah Para Rasul 8:6-7,13).

      4. Terus memberikan dorongan kepada para petobat baru supaya dipenuhi oleh Roh Kudus (Kisah Para Rasul 8:12-17; 2:38; 19:1-6).

      Bagi gereja yang tidak menjalankan fungsi penginjilan dan tidak mendukung segala kegiatannya, maka gereja tersebut tidak akan mendapatkan jiwa-jiwa baru. Dan gereja semacam itu akan menjadi gereja statis yang tidak mengalami pertumbuhan kuantitas. Sementara itu, gereja yang menjalankan penginjilan berdasarkan kasih dengan memberitakan keselamatan dengan kuasa yang menyelamatkan adalah gereja yang alkitabiah (Kisah Para Rasul 2:14-41) dan mereka akan menjadi gereja yang bertumbuh.

    7. Pelayanan Gembala

    8. Gembala memiliki peranan yang sangat besar dalam pertumbuhan sebuah gereja lokal. Sebab, mereka memiliki tanggung jawab untuk mengawasi dan memelihara kebutuhan rohani jemaat. Dalam Kisah Para Rasul, gembala dinyatakan sebagai pelindung kebenaran rasuli dan kawanan domba Allah terhadap ajaran palsu dan guru-guru palsu di dalam gereja (Kisah Para Rasul 20:28-31).

      Sehubungan dengan pelayanan penggembalaan, Roh Kudus senantiasa menolong gembala dalam memenuhi kebutuhan rohani jemaat, membangun kerohanian jemaat, menyampaikan pengajaran yang benar, membantu jemaat menemukan karunia-karunia dan mendapatkan pengurapan Roh Kudus, dan mengutus jemaat untuk pergi memberitakan Injil dan menghasilkan buah pelayanan. Selanjutnya, peranan Roh Kudus dalam pelayanan penggembalaan akan dijelaskan dalam pembahasan berikut.

      1. Menolong para gembala dalam melaksanakan tugas penggembalaan. Di antaranya: memberikan ajaran sehat, membuktikan ajaran sesat (Titus 1:9-11), mengajar dan memimpin jemaat (1 Tesalonika 5:12; 1 Timotius 3:1-5), menjaga iman jemaat (Ibrani 12:15; 13:17), dsb..

      2. Memilih dalam penentuan gembala, sebab gembala tidak dipilih melalui cara politis (Kisah Para Rasul 20:28; Filipi 1:1).

      3. Menghindarkan para gembala dari kesalahan dalam menggembalakan. Baik yang berasal dari kuasa iblis (Kisah Para Rasul 20:28-31) maupun penyimpangan ajaran (2 Timotius 1:13-14; 2 Timotius 4:4).

      4. Menuntun para gembala supaya tetap hidup dalam kesalehan sesuai firman Tuhan, bertekun dalam firman dan ajaran yang sehat serta dilatih untuk beribadah (1 Timotius 4:6-7), dan dalam pengajaran Kristus (1 Timotius 4:16).

    9. Pelayanan Pengajar

    10. Roma 12:7 mengatakan, bahwa mengajar adalah karunia berbicara. Apabila seseorang mengajar, berarti ia sedang mengajarkan dan menjelaskan kebenaran yang terkandung di dalam firman Allah kepada umat, supaya akal budi umat diperbarui dan kehidupan mereka diubahkan (Roma 12:2). Para pengajar bertugas memelihara Injil yang telah dipercayakan kepada mereka dengan pertolongan Roh Kudus (2 Timotius 1:11-14). Untuk itu, setiap pengajar harus bertekun dalam tugas ini dan setia mengarahkan gereja kepada penyataan Injil.

      Sehubungan dengan pelayanan tersebut, Roh Kudus senantiasa memberikan kemampuan kepada para pengajar dalam menyampaikan, menjelaskan dan menguraikan firman Tuhan secara terperinci dalam membangun umat Tuhan (Efesus 4:12). Pengajaran yang diberikan memiliki satu tujuan utama, yaitu memelihara kebenaran firman sehingga menghasilkan kekudusan. Dengan pimpinan Roh Kudus umat Tuhan akan moenolong jemaat mengambil komitmen untuk memiliki gaya hidup saleh yang sesuai dengan firman Tuhan. Dalam 1 Timotius 1:5 dikatakan, bahwa sasaran pendidikan Kristen adalah "kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas." Melalui pernyataan ini kita mengetahui bahwa bukan pengajarannya saja yang penting tapi juga bagaimana ia menghidupinya, yaitu dengan mewujudkan kasih, kemurnian, iman, dan kesalehan.

  3. Memperlengkapi Gereja Universal

  4. Pada umumnya, gereja memiliki dua fungsi utama, yaitu pelayanan ke dalam dan pelayanan ke luar.

    1. Fungsi ke Dalam

    2. Setiap gereja berfungsi sebagai tempat bersekutu para umat untuk bersama-sama menyembah Allah. Gereja adalah keluarga Allah yang berkumpul untuk bersekutu (koinonia), saling mengasihi, bertumbuh dan mewujudkan rencana Allah.

      Pada dasarnya, setiap umat dalam sebuah persekutuan umat (gereja) perlu dibangun imannya melalui pengajaran dan sakramen-sakramen gereja. Sehingga, dengan demikian mereka akan memiliki pemahaman iman yang benar dan mencapai tujuan bersama gereja, yaitu semakin serupa dengan Kristus. Tidak hanya itu, umat juga perlu diperlengkapi dengan kebenaran firman Tuhan supaya mereka dapat menjalani kehidupan dengan benar dan setia menjalankan setiap kewajibannya sebagai umat Tuhan, baik terhadap gereja, sesama orang percaya dan pelayanan ke luar gereja.

      Seluruh pelayanan gereja yang bersifat ke dalam tidak terlepas dari peranan Roh Kudus. Dalam berjalannya seluruh pelayanan gereja terhadap umat seperti yang disebutkan di atas, Roh Kudus senantiasa memelihara, memimpin dan memperlengkapi gereja sehingga gereja dapat menjalankan pelayanannya terhadap umat dengan baik.

    3. Fungsi ke Luar

    4. Fungsi gereja yang bersifat ke luar meliputi: pemberitaan Injil (kerygma) dan pelayanan sosial (diakonia). Pelayanan sosial (diakonia), merupakan tugas yang berada di bawah pelayanan penginjilan (kerygma), karena pelayanan sosial tidak dapat dipisahkan dari pelayanan penginjilan. Tugas utama gereja ke luar adalah memberitakan Injil kepada dunia, bukan memperbaiki ataupun menyempurnakan kesejahteraan masyarakat. Sehubungan dengan pelayanan penginjilan dan pelayanan sosial gereja, kita akan melihat lebih jauh lagi pada pembahasan berikut ini.

      1. Penginjilan

      2. Apakah penginjilan itu? Penginjilan dapat diartikan sebagai usaha memberitakan kabar baik tentang Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit untuk menebus dosa manusia. Dan bagi mereka yang percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka dosanya akan diampuni Allah dan menerima kehidupan kekal bersama dengan Allah di surga.

        Lalu, mengapa orang percaya harus menginjili? Alasan yang pertama, dalam Kisah Para Rasul 2:4-11; 41, firman Tuhan mengatakan bahwa Roh Kudus akan membuka mata rohani orang-orang yang belum percaya supaya mereka diinsafkan akan dosa mereka. Kedua, setiap orang percaya yang telah menerima Roh Kudus dan dipenuhi-Nya, pasti memiliki kesadaran dan panggilan untuk memberitakan Injil. Sebab, Roh Kudus akan berperan penuh dalam diri setiap orang percaya supaya mereka menjadi saksi-Nya (Kisah Para Rasul 1:8). Untuk itu, sudah seharusnya setiap orang percaya siap menjadi pekerja tangguh yang rela hidup dan mati bagi pekerjaan Kristus seperti yang dilakukan oleh para murid Yesus.

      3. Melayani dunia

      4. Tugas gereja yang kedua adalah pelayanan sosial (diakonia). Sebagai orang percaya, kita perlu menyadari bahwa Roh Kudus berkarya dalam setiap aspek kehidupan manusia. Contohnya, Roh Kudus memimpin dan menggerakkan para murid Yesus ketika mereka memberikan kesaksian tentang kasih dan kemuliaan Allah kepada dunia. Sebab, tanpa pimpinan Roh Kudus, tidak mungkin seorang pun dapat mengerjakan sesuatu untuk Tuhan dengan baik. Satu hal yang harus kita pahami tentang pelayanan diakonia adalah, bahwa menolong kesejahteraan ekonomi masyarakat memang sangat perlu, namun bukan berarti hal itu yang menjadi tujuan utamanya. Jika gereja ikut ambil bagian dalam melayani kebutuhan sosial adalah karena tubuh Kristus harus menjadi terang di dunia. Keberanaan gereja haruslah menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong sesama. Sedangkan tujuan utama pelayanan diakonia adalah supaya nama Tuhan dimuliakan di manapun tubuh Kristus berada.


Akhir Pelajaran (DRK-P04)


DOA

Bersyukur karena Roh Kudus senantiasa menolong dan memberikan pengajaran bagi jemaat Allah, sehingga kami dapat terus bertumbuh dalam iman dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Tanpa karya Roh Kudus, maka hidup jemaat Allah tidak mungkin dapat menang dalam menghadapi segala macam ancaman baik dari dalam maupun dari luar. Terpujilah Engkau yang mengirimkan Roh Kudus-Mu pada kami. Amin

[Catatan: Pertanyaan ada di lembar lain.]