DIK-Referensi 05c

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading
Nama Kursus : Dasar-Dasar Iman Kristen
Nama Pelajaran : Menang Atas Keinginan Daging
Kode Referensi : DIK-R05c

Referensi DIK-R05c diambil dari:

Teologi Sistematika: "Doktrin Keselamatan"
Judul Buku :
Judul artikel : Asal Mula Dosa
Penulis : Louis Berkhof
Penerbit : LRII: Jakarta, 1997
Halaman : 295 - 300

REFERENSI PELAJARAN 05c - PERNYATAAN DOKTRIN KETEKUNAN ORANG-ORANG KUDUS

  1. Pernyataan Doktrin Ketekunan Orang-Orang Kudus
  2. Doktrin ini harus diungkapkan dengan pernyataan yang teliti, terutama berkenaan dengan kenyataan bahwa istilah "Ketekunan Orang- Orang Kudus" mudah sekali disalah mengerti oleh banyak orang. Pertama kali harus diingat bahwa doktrin ini bukan hanya hendak mengatakan bahwa orang pilihan pada akhirnya nanti pasti diselamatkan, walaupun Agustinus mengemukakan bentuk yang demikian. Tetapi doktrin ini sesungguhnya mengajarkan secara khusus bahwa orang pilihan itu yang sudah mengalami kelahiran kembali dan dengan jelas dipanggil oleh Tuhan untuk memasuki keadaan anugerah, tidak akan pernah sepenuhnya jatuh dari kedudukan itu sehingga gagal masuk ke dalam keselamatan kekal, walaupun mungkin di dalam hidupnya orang tersebut jatuh atau berbuat dosa. Doktrin ini mengatakan bahwa hidup orang yang mengalami kelahiran kembali dan kebiasaan yang tumbuh dari kelahiran kembali itu dalam jalan penyucian, tidak akan pernah musnah sama sekali. Lebih dari itu, kita harus berjaga-jaga terhadap kemungkinan kesalahpahaman bahwa ketekunan ini dianggap sebagai milik yang terkandung dalam diri orang percaya atau sebagai satu tindakan terus-menerus dari manusia, yang olehnya ia bertekun dalam jalan keselamatan. Strong, menyebutkannya sebagai voluntari continuance di pihak orang Kristen di dalam iman dan tingkah laku yang baik, dan aspek manusiawi dari proses Spiritual tersebut, yang jika dipandang dari sisi Ilahi, maka akan menyebutnya sebagai penyucian. Pernyataan ini boleh jadi menimbulkan kesan bahwa ketekunan ini tergantung pada manusia. Akan tetapi Reformed tidak menganggap Ketekunan Orang-Orang Kudus sebagai suatu tindakan atau sikap hati orang percaya, walaupun Reformed percaya dengan sungguh bahwa manusia mempunyai sumbangsih di dalamnya sama seperti yang terjadi dalam penyucian. Mereka bahkan menekankan kenyataan bahwa orang percaya dapat jatuh, jika ia dibiarkan sendiri. Jelasnya, yang menyebabkan adanya ketekunan itu adalah Tuhan, bukan manusia. Ketekunan Orang-Orang Kudus dapat didefinisikan sebagai tindakan Roh Kudus yang terus-menerus dalam diri orang percaya, yang olehnya karya anugerah Ilahi yang dimulai dalam hati manusia terus dilanjutkan dan dibawa kepada kesempurnaan. Hanya oleh karena Allah tidak pernah membuang karya-Nya maka orang percaya dapat terus berdiri sampai pada akhirnya.

  3. Bukti-Bukti dari Doktrin Ketekunan Orang-Orang Kudus
  4. Doktrin ini dapat dibuktikan melalui pernyataan-pernyataan tertentu dari Alkitab dan dari kesimpulan doktrin-doktrin yang lain.

    1. Pernyataan Alkitab secara langsung.
    2. Ada beberapa ayat penting dalam Alkitab yang patut dipertimbangkan di sini. Dalam Yoh. 10:27-29 kita membaca, "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari siapapun, dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan Bapa." Dalam Roma 11:29 Paulus berkata, "Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya." Hal ini berarti bahwa anugerah yang sudah dinyatakan Allah dalam panggilan-Nya tidak pernah ditarik kembali, seolah-olah Ia menyesali apa yang telah Ia lakukan itu. Pernyataan ini diberikan secara umum, walaupun dalam kaitan dimana ayat itu kita jumpai dapat kita lihat bahwa panggilan itu ditujukan kepada bangsa Israel. Paulus menghibur orang Filipi yang percaya dengan kalimat- kalimat berikut, "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus" (Fil. 1:6). Dalam 2 Tes. 3:3 Paulus berkata, "Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat." Dalam 2 Tim. 1:12, Paulus mengemukakan perasaan syukurnya dengan berkata, "Karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan." Kemudian dalam 2 Tim. 4:18, Paulus kembali mengagungkan kenyataan bahwa Tuhan akan melepaskannya dari segala yang jahat dan akan menyelamatkannya untuk masuk ke dalam kerajaan surgawi-Nya.

    3. Bukti-bukti berdasarkan kesimpulan dari doktrin-doktrin yang lain.
    4. Doktrin tentang ketekunan orang-orang kudus ini juga dapat kita buktikan berdasarkan kesimpulan doktrin-doktrin lain.

      1. Dari doktrin pemilihan.
      2. Pemilihan tidak sekedar berarti bahwa sebagian orang akan dipilih dengan suatu hak-hak khusus eksternal dan mungkin diselamatkan, jika mereka melaksanakan tugas mereka, tetapi doktrin pemilihan berkata bahwa mereka yang termasuk bilangan orang pilihan pada akhirnya akan diselamatkan dan tidak akan kehilangan keselamatan yang sempurna ini. Pemilihan ini berlaku sampai pada akhirnya, sampai kepada penggenapan keselamatan. Dalam mengerjakan pemilihan ini, Tuhan melimpahi orang percaya dengan pengaruh-pengaruh Roh Kudus yang memimpin orang tersebut, bukan saja untuk menerima Kristus, tetapi juga untuk bertekun sampai pada akhirnya dan diselamatkan.

      3. Dari doktrin perjanjian penebusan.
      4. Dalam perjanjian penebusan, Tuhan memberikan umat-Nya kepada Putera-Nya sebagai upah dari ketaatan Sang Putra dan juga sebagai upah penderitaan-Nya. Upah ini sudah ditetapkan dari kekekalan dan tidak dibiarkan tergantung pada kesetiaan manusia yang tidak pasti. Allah tidak mengingkari janji-Nya, karena itu tidak mungkin jika mereka yang diperhitungkan berada dalam Kristus dan sebagai bagian pembentuk dari upah-Nya, dapat dipisahkan dari Dia (Roma 8:38,39), dan bahwa mereka yang telah memasuki perjanjian itu sebagai suatu persekutuan hidup, tidak akan pernah jatuh.

      5. Dari kebaikan dan jasa dari syafaat Kristus.
      6. Dalam karya penebusan, Kristus membayar harga untuk membeli pengampunan bagi orang berdosa agar mereka dapat diterima kembali. Kebenaran Kristus membentuk dasar yang sempurna bagi pembenaran orang berdosa, dan tidak mungkin bahwa seseorang yang dibenarkan oleh pembayaran yang sedemikian sempurna dan harga yang sedemikian mahal, akan jatuh ke dalam penghukuman. Lebih dari itu, Kristus melakukan syafaat terus-menerus bagi mereka yang diberikan kepada-Nya oleh Bapa, dan doa syafaat-Nya bagi umat-Nya selalu berharga dan membawa hasil, Yoh. 11:42; Ibr. 7:25.

      7. Dari persatuan mistis dengan Kristus.
      8. Mereka yang disatukan dengan Kristus melalui iman menjadi bagian dalam Roh Kudus, dan dengan demikian menjadi satu tubuh dengan Dia, yang berdenyut bersama dengan hidup Roh. Mereka hidup bersama-sama dengan Kristus dan karena Kristus hidup maka mereka juga hidup. Tidak mungkin mereka akan ditarik keluar lagi dari tubuh itu, sehingga mengacaukan apa yang sudah baik dalam keilahian. Persatuan ini permanen, sebab dimulai dalam satu penyebab yang permanen dan tidak pernah berubah, yaitu kasih Allah yang cuma-cuma dan kekal.

      9. Dari Karya Roh Kudus dalam hati.
      10. Dabney, dengan benar mengatakan, "Jika orang menganggap Roh Kudus memulai sebuah pekerjaan pada saat sekarang dan kemudian meninggalkannya, maka anggapan itu sangat rendah dan tidak ada harganya; anggapan itu juga berarti bahwa binar-binar kelahiran surgawi itu hanya ignis fatcus yang bernyala untuk sekejap lalu padam dan membawa kegelapan yang dalam; anggapan itu juga berarti bahwa kehidupan rohani yang diberikan dalam kelahiran baru adalah suatu vitalitas yang terjadi secara serabutan yang memberi penampilan hidup bagi jiwa yang mati, lalu penampilan itupun akhirnya mati."

        Menurut Alkitab, orang percaya sudah memiliki hidup keselamatan dan hidup kekal, Yoh. 3:36; 5:24; 6:54. Dapatkah kita terus berpendapat bahwa hidup kekal tidak akan berlangsung selamanya?

      11. Dari jaminan keselamatan.
      12. Jelas terbukti di dalam Alkitab bahwa orang percaya, di dalam hidupnya di dunia ini memperoleh jaminan keselamatan, Ibr. 3:14; 6:11; 10:22; 2 Pet. 1:10. Tidak mungkin orang percaya dapat jatuh dari anugerah itu setiap saat. Anugerah jaminan keselamatan itu hanya dapat dinikmati oleh mereka yang berdiri teguh pada keyakinan bahwa Tuhan akan menyempurnakan pekerjaan yang telah Ia mulai.