DIK-Pelajaran 03

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading
Nama Kursus : Dasar-Dasar Iman Kristen
Nama Pelajaran : Manusia Kedua dari Tuhan
Kode Pelajaran : DIK-P03

Pelajaran 03 - MANUSIA KEDUA DARI TUHAN

Daftar Isi

  1. Allah Mengirimkan Manusia Kedua

    1. Seorang Manusia yang Sempurna
    2. Allah Sejati dan Manusia Sejati
  2. Manusia Kedua dari Tuhan

    1. Siapakah Manusia Kedua Ini?
    2. Bagaimana Manusia Kedua Ini Datang ke Dunia?
    3. Yesus Kristus adalah Tuhan dan Manusia
    4. Tujuan Yesus Kristus Datang ke Dunia
    5. Manusia Kedua Dicobai Iblis dan Taat kepada Allah
    6. Yesus Bergumul di Getsemani
    7. Kematian Tuhan Yesus yang Dahsyat
    8. Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang Mulia
    9. Tuhan Yesus kembali ke Surga
    10. Yesus Kristus Sebagai Penebus
    11. Yesus Kristus Kepala Umat yang Baru

Doa

Tuhan menciptakan manusia pertama yaitu Adam karena ia menginginkan satu bangsa yang akan memuliakan-Nya. Namun Adam telah memberontak terhadap Tuhan. Dalam pelajaran yang lalu, kita telah melihat akibat dahsyat dari ketidaktaatan Adam. Adam bukan saja berdosa, melainkan ia telah melahirkan keturunan yang turut berdosa. Manusia yang seharusnya memiliki kehidupan Tuhan di dalam diri mereka, kini telah terpisah dari Tuhan karena dosa. Manusia yang seharusnya memiliki sifat Tuhan, kini telah menjadi orang berdosa yang mementingkan diri sendiri.

Sebenarnya manusia yang harus menguasai bumi, tetapi sekarang telah menjadi hamba kepada dosa dan Setan. Jadi, dapatkah umat manusia yang telah berdosa ini memuliakan Tuhan dan menggenapi kehendak-Nya? Tidak dapat. Manusia pertama dari Tuhan telah gagal untuk memuliakan-Nya. Apakah Tuhan akan membiarkan kegagalan manusia ini menggagalkan rancangan kekal Allah?

  1. Allah Mengirimkan Manusia Kedua

  2. Puji Tuhan, kasih Allah mengalahkan kegagalan manusia. Allah memiliki rencana untuk mengembalikan manusia menjadi umat yang akan memuliakan Tuhan. Tapi, bagaimana caranya? Jika manusia pertama, Adam, telah gagal, maka harus ada manusia kedua yang akan menjadi kepala dari suatu umat yang baru yang akan memuliakan Tuhan.

    Tuhan melakukannya melalui Seseorang yang lain! Tuhan menyediakan keselamatan bagi umat manusia yang berdosa ini melalui satu orang, yaitu Kristus. Alkitab mengatakan:

    "Jadi sama seperti ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang yang berdosa, demikianlah pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi benar." (Rm. 5:19)

    Manusia kedua yang Tuhan kirimkan untuk menggantikan manusia pertama haruslah memiliki kriteria yang dikehendaki oleh Tuhan, supaya misi Allah ini berhasil. Kriteria apakah yang ditetapkan oleh Tuhan?

    1. Seorang Manusia yang Sempurna

    2. Untuk melaksanakan misi Allah untuk menyelamatkan manusia, maka manusia kedua haruslah seorang manusia yang sempurna, yang tidak berdosa karena manusia kedua ini akan menjadi tebusan penghapusan dosa, sehingga memuaskan keadilan Allah (Rm. 3:25). Sebagaimana korban tebusan dalam Perjanjian Lama, maka "domba" sembelihan itu haruslah tanpa catat, supaya berkenan kepada Allah (1 Ptr. 1:19). Jika Ia sendiri berdosa maka tidak mungkin Ia menghapuskan dosa manusia lain.

    3. Allah Sejati dan Manusia Sejati

    4. Misi Allah pasti berhasil, karena itu ia mengutus Anak-Nya sendiri, supaya Ia melakukan seperti yang dikehendaki Allah. Kristus pasti melaksanakan misi keselamatan Allah karena Ia memiliki ketaatan penuh kepada Bapa-Nya dan sanggup mengalahkan si iblis. Untuk menjamin bahwa Manusia Kedua tidak gagal menerima keselamatan dari Allah ini, maka Ia, yang adalah Allah sejati, juga harus turun ke dunia, berinkarnasi menjadi manusia sejati, supaya manusia menerima Manusia kedua ini dan percaya kepada-Nya.

      Tuhan mengasihi manusia dan melalui Manusia Kedua, Allah ingin menyelamatkan mereka. Tapi Manusia Kedua akan mati untuk menjadi tebusan bagi dosa manusia. Namun Ia akan bangkit kembali untuk menjadi Kepala bagi suatu bangsa yang baru, yaitu anak-anak Tuhan. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Manusia Kedua akan membuka jalan bagi manusia untuk keluar dari bangsa keturunan Adam yang berdosa dan menjadi anak-anak Allah.

  3. Manusia Kedua dari Tuhan

    1. Siapakah Manusia Kedua Ini?

    2. Ia adalah Yesus Kristus. Berbeda dengan manusia pertama yang berasal dari debu tanah, Manusia Kedua ini berasal dari surga. Alkitab mengatakan: "Manusia pertama berasal dari debu tanah, dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga." (1 Kor. 15:47)

    3. Bagaimana Manusia Kedua Ini Datang ke Dunia?

    4. Manusia kedua ini datang melalui inkarnasi. Apakah yang dimaksud dengan inkarnasi itu? Inkarnasi ialah Tuhan sendiri telah menjadi manusia. Betapa indahnya perkataan dalam ayat ini: "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita ...." (Yoh. 1:1,14).

      Ia yang menciptakan manusia itu, Dia sendiri telah menjadi Manusia. Ini adalah satu rahasia yang besar. Manusia pertama yaitu Adam diciptakan sebagai manusia yang telah dewasa, tetapi Manusia Kedua yaitu Yesus Kristus memasuki alam semesta sebagai bayi yang kecil dan tak berdaya.

      Tuhan Yesus lahir melalui seorang perawan. Ia tidak memiliki bapa manusia. Jadi, siapakah Bapa-Nya? Bapa-Nya adalah Allah sendiri! Maria, ibu-Nya bertunangan dengan Yusuf, namun sebelum mereka menikah, malaikat telah menampakkan dirinya kepada Maria dan berkata;

      "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Tuhan Yang Maha tinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang engkau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Tuhan." (Luk. 1:35)

      Malaikat itu juga menampakkan dirinya kepada Yusuf dan berkata: "Yusuf anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Mat. 1:20-21) Nama Yesus berarti "Juru Selamat".

    5. Yesus Kristus adalah Tuhan dan Manusia

    6. Yesus Kristus adalah TUHAN -- MANUSIA Yesus Kristus disebut Tuhan -- Manusia karena Ia adalah Tuhan yang sempurna dan Manusia yang sempurna. Ia satu dengan Tuhan dan juga satu dengan umat manusia. Ia disebut sebagai "Anak Allah" karena Ia adalah satu-satunya Anak Tunggal Bapa. Ia disebut "Anak Manusia" karena Ia mewakili semua umat manusia. Alkitab mengatakan, "Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita; Dia yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia ...." (1 Tim. 3:16)

    7. Tujuan Yesus Kristus Datang ke Dunia

    8. Mengapa Yesus Kristus datang ke dunia ini? Ada dua alasan yang penting:

      Pertama, Ia datang untuk membinasakan semua pekerjaan Iblis. Alkitab mengatakan: "Untuk inilah Anak Tuhan menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu." (Yoh. 3:8)

      Kedua, Ia datang untuk menyediakan jalan agar kita dapat terlepas/keluar dari bangsa keturunan Adam yang berdosa dan masuk ke dalam keluarga Tuhan. Inilah arti diselamatkan itu.

    9. Manusia Kedua Dicobai Iblis dan Taat kepada Allah

    10. Manusia pertama, yaitu Adam, telah dicobai Iblis. Manusia yang kedua, yaitu Yesus, juga dicobai oleh Iblis. Alkitab mengatakan:

      "Maka Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai oleh Iblis." (Mat. 4:1)

      Mengapa Setan mencobai Yesus? Tujuan pencobaannya adalah supaya Yesus tidak menaati Tuhan. Tiga kali Setan mencobai Yesus agar bertindak mengikut kehendak-Nya sendiri. Tiga kali juga Yesus menolak untuk berbuat demikian, akhirnya Setan dikalahkan. Manusia pertama yaitu Adam, telah dikalahkan oleh Setan karena ia tidak menaati Tuhan. Namun Manusia kedua yaitu Yesus Kristus beroleh kemenangan atas Setan karena Ia menaati Tuhan. Tuhan Yesus juga menghadapi banyak pencobaan lain dalam kehidupan-Nya dan beroleh kemenangan karena Ia rela dan senang melakukan kehendak Bapa-Nya. Alkitab mengatakan, "Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya." (Ibr. 5:8) Oleh karena Ia telah belajar menaati Bapa-Nya di dalam segala perkara, maka Ia siap menghadapi pencobaan yang terakhir dan terbesar, yaitu di kayu salib.

    11. Yesus Bergumul di Getsemani

    12. Di Taman Getsemani, pada saat Ia merenungkan tentang bagaimana Ia akan menanggung dosa karena kita, Tuhan Yesus berlutut dan berdoa: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan ini berlalu daripada-Ku, ...." Ini menunjukkan bahwa penderitaan yang akan Ia tanggung sangatlah besar. Namun demikian, Ia tetap taat kepada kehendak Bapa-Nya dan Ia berdoa: "... tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Mat. 26:39)

    13. Kematian Tuhan Yesus yang Dahsyat

    14. Tuhan Yesus dibawa ke pengadilan di hadapan Pilatus, gubernur Rmawi. Di sana, jubah-Nya ditanggalkan dan Ia dipukuli dengan cemeti yang pada ujungnya ada benda tajam dari besi atau tulang yang dapat merobek kulit badan. Ia diejek dan diludahi. Pada wajah-Nya terdapat bekas-bekas siksaan dahsyat. Sebuah mahkota duri telah dikenakan di atas kepala-Nya. Kemudian, Ia disuruh memikul kayu salib ke Kalvari, tempat Ia akan disalibkan. Di Kalvari, Setan berusaha sedapat mungkin agar Yesus melakukan sesuatu yang akan menyebabkan Ia gagal menjadi seorang Juru Selamat yang sempurna. Namun, dalam segala hal yang dilakukan oleh Setan itu terbukti Ia tetap mengasihi dan taat kepada Tuhan dengan segenap hati-Nya. Ia terus berserah kepada Bapa-Nya dan terus mengasihi manusia. Ia menolak menyesali diri-Nya. Ia tidak berusaha menyelamatkan diri-Nya. Ia taat disiksa di atas kayu salib, bahkan sampai mati.

      Pada akhir hidup-Nya, Manusia kedua dari Tuhan ini dapat berkata: "Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya." (Yoh. 17:4)

      "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan dirinya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya, Tuhan sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya di dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Tuhan Bapa." (Fil. 2:8-11)

    15. Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang Mulia

    16. Tubuh Yesus Kristus yang hidup selama tiga puluh tahun di bumi ini diturunkan dari kayu salib dan dibaluti dengan kain lenan. Jenazah-Nya diletakkan di dalam kuburan seorang yang kaya. Selama tiga hari dan tiga malam, tubuhnya terbaring di liang kubur tersebut. Kemudian, sesuatu yang ajaib terjadi. Yesus bangkit dari kematian-Nya oleh kuasa-Nya yang ajaib.

      Manusia kedua dari Tuhan ini telah taat kepada Bapa-Nya di dalam segala perkara. Kematian tidak dapat menguasai-Nya. Ia bangkit dari kubur dan menjadi pemenang atas dosa, kematian, dan Setan sampai selama-lamanya. Tuhan Yesus telah menampakkan diri kepada para murid-Nya dalam tubuh kebangkitan-Nya dan bekas luka tusukan tombak di rusuk-Nya.

      Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus merupakan peristiwa terpenting dalam sejarah alam semesta ini. Salib Yesus Kristus adalah rencana utama Tuhan dalam menyelesaikan persoalan umat manusia yang berdosa, setan dan para pengikutnya yang memberontak. Ketika Kristus mati di salib, Setan berpikir bahwa ia telah beroleh kemenangan. Namun perkiraannya itu keliru. Salib yang menjadi andalan Setan untuk menghabiskan Tuhan Yesus akhirnya menjadi bumerang baginya. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, Tuhan telah membinasakan pekerjaan-pekerjaan Setan dan melepaskan semua yang telah diperhambanya. Alkitab mengatakan:

      "Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya, Ia memusnahkan yaitu Iblis yang berkuasa atas maut supaya dengan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada di dalam perhambaan oleh karena takut akan maut. (Ibr. 2:14-15)

    17. Tuhan Yesus Kembali ke Surga

    18. Tuhan Yesus menampakkan dirinya selama empat puluh hari di bumi ini setelah kebangkitan-Nya. Ia telah dilihat oleh banyak orang. Dalam satu peristiwa, Ia menyatakan diri di hadapan lebih dari lima ratus orang murid-Nya. Sebelum terangkat ke Surga, Ia berpesan kepada para murid-Nya untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil kepada semua makhluk. Ia juga memberikan mereka suatu janji yang sangat indah, yaitu:

      "Dan ketahuilah, Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai pada akhir zaman." (Mat. 28:20)

      Ketika mereka sedang menatap Dia, Ia terangkat ke Surga dan awan meraibkan Dia dari pandangan mereka. Di dalam tubuh kebangkitan-Nya yang telah dimuliakan, Tuhan Yesus meninggalkan bumi ini untuk kembali ke Surga.

    19. Yesus Kristus Sebagai Penebus

    20. Penebusan memiliki dua akibat, pertama penebusan berarti kita bebas. Bebas dari kesalahan, tirani hukum taurat, dan dari kuasa dosa. Rasul Paulus berbicara tentang kebebasan ini di puncak surat Galatia, "Kita sekarang bebas, sebab Kristus sudah membebaskan kita! Sebab itu pertahankanlah kebebasanmu, dan jangan mau diperhamba lagi" (BIS Gal. 5:1) Ini adalah kemerdekaan yang bersifat khusus. Kita tidak dibebaskan untuk melakukan apa pun yang kita inginkan, untuk berdosa tanpa mendapat hukuman, atau sekali lagi jatuh kembali ke dalam perbudakan pemberontakan dan ketidaksetiaan. Namun, kita dibebaskan untuk melayani Allah. Kita dimerdekakan untuk melakukan apa yang baik. Kita dibebaskan agar kita dapat menaati dan mengasihi Yesus Kristus. Seperti yang Paulus tuliskan di dalam 1 Kor. 6:19-20, "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" Kedua, penebusan adalah hal yang mulia. Memikirkan hal itu akan membawa kita untuk mengangkat pujian dan bersyukur kepada Allah yang telah memberikan diri-Nya, sehingga kita dapat merdeka dari perhambaan dosa. Selain itu, penebusan juga memanggil kita untuk membuat level komitmen setinggi mungkin. Sebagaimana Yesus Kristus memberi diri-Nya bagi kita, maka kita juga harus memberikan diri kita kepada-Nya. Kita harus bersedia, bersungguh hati, dan memutuskan untuk melayani Dia. Ia mati bagi kita karena kasih-Nya yang besar, sebuah kasih yang luar biasa! Ia menanggung murka Allah sehingga kita tidak pernah perlu melakukannya. "Yesus yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita." (Rm. 4:25)

    21. Yesus Kristus Kepala Umat yang Baru

    22. Allah Bapa tidak hanya menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan atas segala sesuatu, tetapi juga menjadikan-Nya Kepala bagi suatu keluarga yang baru. Keluarga yang baru ini adalah "anak-anak Allah". Sekarang ada dua jenis keluarga di dunia ini. Masing-masing keluarga ini memunyai kepala keluarga. Adam adalah kepala bagi keluarga yang berdosa yang adalah keturunannya, dan Yesus Kristus adalah Kepala dari keluarga yang baru "keluarga anak-anak Allah". Masing-masing kita, ketika dilahirkan ke dunia ini, menjadi anggota umat keturunan Adam yang berdosa. Namun sekarang, melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, Ia telah membuka jalan bagi kita untuk dilahirkan kembali secara rohani dan menjadi anak-anak Tuhan.


Akhir Pelajaran (DIK-P03)

DOA

"Bapa, terima kasih atas Manusia kedua, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang telah taat kepada-Mu secara sempurna. Saya berdoa agar saya tetap menaati kehendak-Mu seperti yang telah Ia lakukan." Amin.

[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]