DAS Referensi 04c

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kursus : Doktrin Allah Sejati
Nama Pelajaran : Doktrin Tritunggal
Kode Referensi : DAS-R04c


Referensi DAS-R04c diambil dari:

Judul Buku : Dasar Yang Teguh
Penulis : J. Wesley Brill
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
Halaman : 39 - 42

REFERENSI PELAJARAN 04c - ALLAH YANG ESA ADALAH ALLAH TRITUNGGAL

Sesungguhnya ini merupakan satu rahasia yang tidak dapat kita mengerti dengan sejelas jelasnya. Akan tetapi hal ini diajarkan kepada kita di dalam Alkitab. Hal ini merupakan suatu asas pengajaran yang patut dipercayai walaupun kita tidak dapat mengerti dengan jelas.

  1. Pengajaran Perjanjian Lama mengenai Allah Tritunggal

  2. Hal ini tidak disebutkan dengan jelas dalam Perjanjian Lama, tetapi disinggung sedikit:

    1. Nama Allah yang asli berarti lebih dari satu, yaitu "Elohim".

    2. Kita juga menemui perkataan "kita" yang dipakai oleh Allah untuk
      menyebut diri-Nya, dalam Kejadian 1:26; 11:7; Yesaya 6:8.

    3. Demikian juga kata "Malaikat Tuhan" dalam Kejadian 16:7,9,10.

    4. Pekerjaan Roh Kudus, Kejadian 1:2; Hakim-Hakim 6:34.

    5. Kedua perkataan "Tuhan", Kejadian 19:24.

  3. Pengajaran Perjanjian Baru mengenai Allah Tritunggal

  4. Dalam Perjanjian Baru hal ini disebutkan dengan jelas:

    1. Ketika Yesus dibaptiskan, Matius 3:16,17. Dalam ayat ini Allah Bapa berkata dari sorga. Allah Anak dibaptiskan di Sungai Yordan, dan Allah Roh Kudus turun ke atas Yesus dalam wujud burung merpati.

    2. Perkataan yang dipakai pada saat membaptiskan orang-orang, Matius 28:19. Dalam bahasa Yunaninya, kata "nama" dalam Matius 28:19 itu menyatakan bentuk tunggal, padahal menyebutkan tiga nama, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Jadi di sini nyata pula bahwa Allah yang Esa itu adalah Allah Tritunggal.

    3. Perkataan yang terdapat dalam II Korintus 13:13.

    4. Tuhan Yesus sendiri mengajarkan tentang hal ini, lihat Yohanes 14:16.

    5. Dalam Perjanjian Baru ada istilah-istilah: "Allah", artinya "Bapa" (Roma 1:7; I Korintus 2:8-10), "Allah", artinya "Anak" (Yohanes 20:28; 1:1; 6:27; Titus 2:13; Roma 9:15), dan "Allah" artinya "Roh Kudus" (Kisah para Rasul 5:3,4).

    Dari ayat-ayat di atas nyatalah bahwa: Bapa ialah kepenuhan Allah yang tidak kelihatan (Yohanes 1:18); Anak ialah kepenuhan Allah yang telah dinyatakan (Yohanes 1:14-18); Roh Kudus ialah kepenuhan Allah yang bekerja di dalam diri manusia (I Korintus 2:9,10). Bacalah Kolose 2:9. Pertimbangan pikiran kita dapat menjelaskan keesaan Allah, akan tetapi hanya pernyataan Allah yang dapat menerangkan kepada kita bahwa Allah merupakan Tritunggal. Lihat I Korintus 15:27,28. Dalam Yohanes 1:18 dikatakan, "Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya." Dalam Yohanes 20:28 Tomas berkata kepada Tuhan Yesus, "Ya Tuhanku, dan Allahku," dan oleh sebab Tuhan Yesus tidak menegur Tomas, berarti Tuhan Yesus mengakui bahwa Ia adalah Allah. Dengan mengatakan demikian, tidak berarti bahwa Tomas memuji-muji lebih dari yang sepatutnya untuk mencari muka, sebab kalau memang demikian Tuhan Yesus akan menegor dia. Ada perbedaan antara perbuatan Tuhan Yesus dengan perbuatan Rasul Paulus dan Barnabas di Listera ketika orang-orang mau mempersembahkan korban kepada mereka, Barnabas sebagai Zeus, dan Paulus sebagai Hermes (Kisah Para Rasul 14:11-18). Kata-kata Tomas ditujukan kepada Yesus Kristus dan diterima oleh-Nya, sebagai perlakuan yang benar bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allah bagi Tomas. Dari antara rasul-rasul, Tomas adalah rasul yang sering merasa syak, dan dalam hal ini Yohanes ingin menunjukkan bagaimana orang yang syak hatinya digerakkan untuk percaya dan mengakui bahwa Yesus ialah Allah. Inilah yang diinginkan oleh Yohanes, yaitu membuktikan dalam Injil yang ditulisnya bahwa Yesus ialah Allah yang hidup diatas bumi, dan Yohanes adalah sahabat Tuhan yang paling dikasihi oleh Dia. Dalam Roma 9:5 Rasul Paulus menyebut Yesus Kristus sebagai Allah. Bacalah ayat itu. Dalam Titus 2:13 dipakai kata "penyataan", dan kata itu tidak pernah dipakai untuk Allah Bapa, hanya untuk Allah Anak. Ayat itu dapat diterjemahkan demikian, "menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dalam penyataan kemuliaan Allah Yang Mahabesar, yaitu Juruselamat kita Yesus Kristus." Dalam kalimat itu "Allah Yang Mahabesar" dan "Juruselamat kita Yesus Kristus" adalah satu pribadi. Dalam Ibrani 1:8-10, nyata bahwa dalam ayat-ayat itu Tuhan Yesus Kristus yang dibicarakan, begitu juga ayat 9-13. Dalam ayat 10 dikatakan; "Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau (Anak Allah -- Yesus Kristus), telah meletakkan dasar bumi ..." Jelas bahwa dalam ayat 8 dan 10 itu Yesus Kristus itu disebut Allah.

  5. Pekerjaan Allah juga dikerjakan oleh Yesus

    1. Tuhan Yesus menjadikan alam, Yohanes 1:3; 1 Korintus 8:6; Kolose 1:16; Ibrani 1:10; Wahyu 3:14.

    2. Tuhan Yesus menanggung segala sesuatu, Kolose 1:17; Ibrani 1:3.

    3. Tuhan Yesus membangkitkan orang-orang mati lalu menghukum mereka dan dunia juga, Yohanes 5:27-29; Matius 25:31,32. Yesus Kristuslah yang menyatakan Allah kepada kita dan yang menebus kita; ini merupakan satu bukti Ketuhanan Yesus Kristus yang memuaskan hati orang Kristen.

  6. Tuhan Yesus Menerima Kehormatan dan Penyembahan sama seperti Allah

  7. Yohanes 20:23; Yohanes 5:23; 14:14; Roma 10:9; 10:13; I Korintus 11:24; Ibrani 1:6; Filipi 2:10,11; Wahyu 5:12-24, dll. I Petrus 3:15 mengatakan, "Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!"

    Tuhan Yesus sama dan setara dengan Allah Yohanes 5:18; Filipi 2:6. Hal ini tidak boleh ditahankan dari manusia, tetapi harus diberitakan kepada manusia. Dari semuanya yang telah disebutkan nyatalah bahwa Tuhan Yesus adalah Allah.

  8. Roh Kudus adalah Allah

  9. Roh manusia adalah batin kita, roh manusia itu adalah diri manusia yang sejati; demikian pula Roh Allah adalah Allah. Lihatlah I Korintus 2:11. Bilamana mata rohani kita dicelikkan, kita akan melihat Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita, dan kita harus mengakui bahwa Roh Allah sudah bekerja dalam hati kita dan sudah menyatakan hal-hal tentang Tuhan Yesus kepada kita. Roh Allah (Roh Kudus) harus dibedakan dengan Bapa dan Anak. Dalam kata-kata yang diucapkan dalam upacara pembaptisan dan dalam "Nikmat", Roh Kudus ditinggikan sama dengan Bapa dan Anak. Kita patut mempelajari sifat-sifat Allah bersama-sama dengan sifat-sifat Kristus dan Roh Kudus.

    Roh Kudus adalah Satu Pribadi yang Nyata, sama seperti Bapa dan Anak.

    Lihatlah Yohanes 15:26; Galatia 4:6; Yohanes 16:7. Roh Kudus adalah pengantara, Roma 8:26; Yohanes 14:16. Roh Kudus dapat menyelidiki, mengetahui, berfirman, menyaksikan, menempelak, menolong, menggerakkan hati, memimpin, menjadikan sesuatu, menyucikan, mendoakan, mengatur perkara-perkara jemaat, melakukan mujizat, membangkitkan orang mati; oleh sebab itu Ia bukan hanya merupakan suatu hasil dari sifat Allah, tetapi benar-benar merupakan satu pribadi. Roh Kudus dapat ditolak, didukacitakan dan dihujat oleh manusia. Menghujat dan berdosa kepada Roh Kudus tidak dapat diampuni; bila demikian, tentu dosa itu bukan terhadap sifat Allah melainkan terhadap pribadi Allah, yaitu Roh Kudus, Matius 12:31; Yesaya 63:10; Kisah para Rasul 5:3,4,9; 7:51; Efesus 4:30. Roh Kudus dapat mengasihi kita (Roma 15:30). Walaupun Allah yang Esa itu mempunyai tiga pribadi: tetapi Ia hanya satu. Kita sepatutnya mengatakan, "Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, akan tetapi tidak berarti bahwa ada tiga Allah, sebab hanya satu Allah yang Esa."

  10. Ketiga Pribadi: Allah, Anak, dan Roh Kudus sama besarnya

    1. Bapa sebagai Bapa saja, bukan Allah dalam keseluruhan, sebab Allah bukan hanya Bapa saja, tetapi juga Anak dan Roh Kudus. Bapa artinya Bapa dalam hubungan-Nya dengan Anak dan melalui Anak, hubungan-Nya dengan jemaat dan dunia ini. Memang Allah adalah Bapa dalam hubungannya dengan Anak, hanya apabila kita dipersatukan dengan Kristus, barulah kita menjadi anak-anak Allah dan dapat menyebut Allah sebagai Bapa kita.

    2. Anak sebagai Anak saja, bukan Allah dalam keseluruhan, sebab Allah bukan hanya Anak saja, tetapi juga Bapa dan Roh Kudus. Anak artinya Anak dalam hubungannya dengan Bapa. Anak diutus ke dalam dunia oleh Bapa untuk menebus dunia ini. Dan Anak dengan Bapa mengutus Roh Kudus.

    3. Roh Kudus sebagai Roh Kudus saja, bukan Allah dalam keseluruhan, sebab Allah bukan hanya Roh Kudus saja, tetapi juga Bapa dan Anak. Roh Kudus artinya, Roh Kudus dalam hubungannya dengan Bapa dan Anak. Roh Kudus diutus oleh Bapa dan Anak untuk membebaskan hati manusia agar datang kepada Kristus dan Ia diutus untuk menguduskan orang-orang Kristen. Salah satu dari ketiga pribadi ini (Bapa, Anak, Roh Kudus) kalau dipisahkan dari hubungannya dengan kedua yang lain, tidak dapat dan tidak boleh disebut Allah yang Esa.