Artikel

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Mengapa Ada Empat Injil?

Mengapa ada empat Injil (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes)?

Empat Injil, secara berurutan di dalam Perjanjian Baru adalah Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Pertanyaan yang sering diajukan adalah, mengapa empat? Tidakkah satu saja memadai? Lukas menjelaskan pada awal dari tulisannya bahwa dia menyadari adanya tulisan-tulisan lain tentang kehidupan Yesus. Tetapi, dia juga mengatakan bahwa masing-masing tulisan ini didasarkan pada laporan yang disampaikan oleh para saksi mata "seperti yang telah disampaikan kepada kita" (Lukas 1:1-3).

Kategori: 

Kehendak Allah

"Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksana olehnya." (Yesaya 53:10)

Definisi Kehendak Allah

Pada umumnya, Alkitab mengacu pada kehendak Allah dalam tiga pengertian berbeda berikut ini:

Kategori: 

Arti Hidup yang Berkelimpahan Menurut Alkitab (Yohanes 10:10)

"Supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10)

Pada umumnya, setiap orang ingin hidup berkelimpahan. Hidup berkelimpahan yang bagaimana? Apakah kelimpahan secara material (harta dan kekayaan) saja? Menurut ajaran teologi kemakmuran atau teologi sukses (prosperity theology), kemakmuran dan sukses (kaya, berhasil, dan sehat sempurna) adalah tanda-tanda eksternal dari Allah untuk orang-orang yang dikasihi-Nya. Ayat yang menjadi acuannya adalah Yohanes 10:10. Akibatnya, ajaran ini menghasilkan orang-orang Kristen yang memiliki prinsip dan pemikiran yang pragmatis, yakni pergi beribadah ke gereja diukur dari untung dan rugi. Dalam teologi sukses, manusia sebagai pusat, bukan Tuhan. Akan tetapi, dalam teologi injili, yang menjadi pusat iman kita hanyalah Allah atau Kristus saja.

Kategori: 

Mengapa Yesus Selalu Menyebut Dirinya Anak Manusia?

Pertama kali, Injil Matius 8:20 menuliskan sebutan mengenai "Anak Manusia" yang dipakai Tuhan Yesus untuk menyebut diri-Nya. Di sana dikatakan, "... serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya". Istilah Anak Manusia digunakan oleh Yesus sebanyak 32 kali dalam Injil Matius, 14 kali dalam Injil Markus, 26 kali dalam Injil Lukas, dan 12 kali dalam Injil Yohanes.

Kategori: 

Pemeliharaan Selamanya

Seorang teman mengirimkan kepada saya sepotong syair sederhana yang menguatkan saya.

Kategori: 

Kontekstualisasi Ala Paulus (Lukas 4:18-19)

Naskah Perjanjian Baru aslinya ditulis dalam bahasa Yunani karena bahasa ini menjadi bahasa yang paling luas digunakan di wilayah Kekaisaran Romawi pada zaman itu, meskipun Perjanjian Baru Yunani tersebut banyak memelihara kata bahasa Aram -- yang saat itu juga bisa disebut bahasa Ibrani -- sebab dianggap salah satu dialek tutur saja oleh masyarakat Yahudi di Galilea. Contoh kata-kata Aram yang dipelihara antara lain: "Talita Kum" (Markus 5:41), "Gabbatta" (Yohanes 19:13), dan "Maranatha" (1 Korintus 16:23). Salah satu bukti bahwa Yesus membaca targum berbahasa Aram, di mana kata 'Alaha' (yang seakar dengan bentuk Ibrani: Eloah, dan Arab: Allah) adalah ungkapan Yesus dalam Markus 15:33; "Elohi, Elohi, L'mah Sh'vaktani". Sebab teks dalam Mazmur 22:2 bahasa Ibraninya: "Eli, Eli, Lamah'azvatani" (karena dalam pengalihaksaraan Yunani "Elohi" dan bukan "Elohim". Tidak ada dialek bahasa Ibrani pada orang-orang Yahudi dari dulu hingga sekarang, baik dialek sefardin maupun Azkernazim yang membaca "Elohim" menjadi "Eloim"). Oleh sebab itu, bila Perjanjian Baru yang aslinya ditulis dalam bahasa Yunani namun rasul-rasul sendiri tidak mempertahankan nama Yahweh, mengapa beberapa orang mati-matian mempertahankannya? Rasul-rasul yang menulis Perjanjian Baru saja menerjemahkannya dengan kata "Kyrios" (Tuhan). Ambillah satu contoh ayat, misalnya Ulangan 6:4, "Shema' Yiasra'el, Yahweh Elohenu yahweh Ehad". Dalam Markus 12:29, nama Yahweh diterjemahkan dengan "Kyrios" (Tuhan) mengikuti terjemahan Septuaginta: "Akoue, Israel, Kurios ho theos hermin, kurios eis esti" (Dengarlah, wahai Israel, "Kurios" (Tuhan) itu "Theos"/Allah kita, "Kurios"/Tuhan itu esa). Jadi sekali lagi, Markus sang penulis Injil pun tidak mempertahankan nama Yahweh. Lalu, apakah ada yang berani mengatakan bahwa seluruh penulis Perjanjian Baru salah?

Umum: 
Kategori: 

Pentingnya Visi dan Panggilan

Sebagai pemimpin dalam jemaat, kita perlu memiliki visi dan panggilan yang jelas. Jika tidak, perjalanan tugas kita bisa mengalami masalah di tengah perjalanan, khususnya bisa menghadapi tantangan yang tidak ringan. Untuk itu, pertama kita akan membicarakan tentang apa itu visi, dilihat dari ajaran Alkitab. Kemudian, pembicaraan akan dilanjutkan dengan pembahasan tentang panggilan.

Visi

Umum: 
Kategori: 

Sepuluh Alasan Untuk Percaya Alkitab

Catatan: Berikut ini fakta penting mengenai Alkitab sebagai firman Allah yang sejati. Kiranya melalui fakta-fakta ini, Roh Kudus menolong kita untuk semakin memercayai isi firman-Nya dalam Alkitab dan sungguh-sungguh memberitakan apa yang ada di dalamnya kepada orang-orang yang Tuhan pertemukan dengan kita.

Umum: 
Kategori: 

Hidup Adalah Sebuah Perjalanan

"Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah." (Yohanes 10:10)

Saya telah mendapatkan kesimpulan, bahwa tidak ada hal yang lebih tragis daripada hidup, tetapi tidak bisa menikmatinya. Saya sendiri telah begitu menyia-nyiakan hidup karena tidak tahu cara menikmati kehidupan di sepanjang tujuan hidup saya.

Umum: 
Kategori: 

Keserupaan dengan Kristus

Pada bulan April 2007, saya merayakan ulang tahun yang ke-86. Saya memakai kesempatan tersebut untuk mengumumkan masa pensiun saya dari aktivitas pelayanan publik. Meskipun saya tidak lagi menerima undangan-undangan untuk berbicara pada acara-acara berikutnya, saya telah mencantumkan undangan untuk berbicara di Konvensi Keswick pada bulan Juli tahun itu dalam agenda saya. Bab ini ditulis berdasarkan catatan ceramah saya yang terakhir itu.

Saya ingat betul pertanyaan utama yang membuat saya (dan sahabat saya) bingung sebagai seorang Kristen yang masih belia. Pertanyaannya adalah: Apa tujuan Allah bagi umat-Nya? Memang benar, kita telah dipertobatkan, namun apa selanjutnya?

Umum: 
Kategori: 

Pages