Sukses Dalam Tanggung Jawab

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA


YOSUA 1:1-18

PENDAHULUAN

Kitab Yosua ditulis oleh Yosua sendiri. Yosua adalah seorang abdi/pembantu Musa yang sejak muda telah mengikut Musa dalam memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Kanaan. Dalam nats ini, Yosua mendapatkan tanggung jawab yang besar ketika dia sedang dalam kesedihan. Musa yang adalah pemimpin dan tuannya telah meninggal dunia. Tetapi tanggung jawab yang diberikan oleh Tuhan pada saat itu tetap berlangsung dan tidak tertunda. Yosua menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel meneruskan perjalanan menuju tanah yang telah dijanjikan oleh Allah yaitu tanah Kanaan.

Tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepada masing-masing orang berbeda-beda. Seorang Ayah memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap keluarganya, seorang karyawan mempunyai tanggung jawab yang besar dalam melaksanakan pekerjaannya di kantor, begitu juga dengan pelajar dan mahasiswa memiliki tanggung jawab yang besar dalam menyelesaikan studinya.

Seseorang yang diberi tanggung jawab harus mempertanggungjawabkan pekerjaannya pada orang yang memberi pekerjaan. Anak kepada orang tua, karyawan kepada majikannya, dan ayah kepada keluarganya. Demikian juga Yosua, dia harus mempertanggung jawabkan pekerjaannya kepada Tuhan Allah yang telah memberikan tanggung jawab kepadanya untuk menjadi pemimpin bangsa Israel menggantikan Musa seniornya yang telah meninggal. Sesungguhnya segala sesuatu yang kita kerjakan di dunia ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Ketika Tuhan memberikan tanggung jawab kepada kita, Tuhan telah menakar kemampuan kita masing-masing, tidak lebih dan tidak kurang. Hanya saja, kadang kala kita merasa sangat berat dan penat karena kita kurang berani menghadapi atau alasan lainnya. Seperti Yosua yang baru saja ditinggal pergi oleh Musa, Allah mengerti bahwa Yosua mampu melakukan pekerjaan besar itu tanpa Musa, dengan hati yang sedang kehilangan dll.

JANJI TUHAN KETIKA ALLAH MEMBERI TANGGUNG JAWAB PADA KITA

Tuhan bukanlah Allah yang tidak memperdulikan umat-Nya sehingga Ia membiarkan umat-Nya berjalan sendiri. Ia bukan Allah yang hanya mengutamakan hasil, tetapi juga mengutamakan proses pembelajaran. Dalam proses tersebut Allah bekerja dengan luar biasa agar tujuan tercapai.

Janji-janji Tuhan yang bisa kita pegang dalam menjalankan tanggung jawab kita adalah :

  1. Memberikan hak (3-4)

    Ketika orang menjalankan tanggung jawabnya dengan setia dan benar di hadapan Tuhan, seturut dengan kehendak-Nya, Tuhan akan memberikan hak-hak khusus kepadanya. Yosua dan bangsa Israel mendapatkan hak untuk memiliki tanah. Ketika seorang ayah bertanggung jawab kepada keluarganya, dia berhak untuk mengatur segala hal dalam keluarganya. Ketika mahasiswa/siswa bertanggung jawab dalam sekolahnya, maka mereka berhak untuk mendapatkan kepandaian, dan lain sebagainya.

  2. Janji Penyertaan (5)

    Tuhan berjanji kepada Yosua untuk menyertai dia, tidak akan membiarkan dan meninggalkan Yosua dan bangsa Israel. Tuhan adalah Allah yang bertanggung jawab, oleh sebab itu Ia menyertai. Dari sini kita bisa melihat bahwa Allah tidak hanya memberikan hal baru begitu saja kepada Yosua, dia juga telah memberikan teladan yang sangat besar tentang bagaimana bertanggung jawab yaitu dengan penyertaan-Nya.

SIKAP KITA DALAM BERTANGGUNG JAWAB

Sikap apa yang harus kita kerjakan dalam melakukan tanggung jawab kita?

  1. Kuatkan dan Teguhkanlah Hatimu (6-7a)

    Sikap yang harus kita ambil ketika kita menghadapi sebuah tanggung jawab adalah memiliki hati yang kuat dan teguh untuk mengerjakan tanggung jawab tersebut. Untuk memiliki hati yang kuat dan teguh, seseorang harus percaya pada tugas apa yang sedang Tuhan berikan kepadanya. Tanpa mempercayai bahwa Allah berkehendak, orang akan sangat lemah dan sering berubah-ubah.

    Bangsa Israel sering sekali berubah-ubah imannya pada Tuhan Allah Israel selama perjalanan keluar dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan. Bahkan bangsa Israel pernah benar-benar berpaling dari Tuhan ketika Musa sedang berada diatas gunung untuk menerima 10 perintah Allah. Bangsa Israel justru membuat patung Anak Lembu dari Emas dan sujud menyembah kepada patung anak lembu emasi tersebut (Keluaran 32:8). Oleh sebab itu, Tuhan Allah berpesan kepada Yosua dan bangsa Israel untuk tetap memiliki hati yang kuat dan teguh dalam mengikuti kehendak Tuhan. Yosua dan bangsa Israel diminta untuk percaya sungguh-sungguh bahwa perjalanan tersebut adalah kehendak Allah.

    Dalam bekerja, sering kali kita merasa kurang krasan bahkan sering merasa bosan. Jika kita percaya bahwa pekerjaan itu diberikan oleh Allah dan ini adalah tanggung jawab kita kepada Allah, maka perasaan kurang krasan dan bosan tersebut akan luntur dan pudar, kemudian perasaan tersebut akan digantikan oleh hati yang penuh semangat untuk bekerja dan menyelesaikan tanggung jawabnya.

  2. Bertindak hati-hati (7b)

    Menjalankan tanggung jawab yang besar perlu tindakan hati-hati dan tidak ceroboh. Tindakan hati-hati ini sering terlupakan ketika orientasi kita dalam menyelesaikan tanggung jawab adalah hasil. Orang akan mengerjakan apapun dengan cara bagaimana pun untuk mencapai hasil yang paling maksimal, tetapi kadang-kadang cara yang ditempuh tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Hasil bukan segala-galanya, oleh sebab itu kita perlu mengerti bahwa segala proses yang terjadi dalam hidup kita ini telah direncanakan oleh Tuhan. Oleh sebab itu kita perlu berhati-hati dalam mensukseskan rencana Tuhan dalam hidup kita.

    Musa sendiri yang adalah abdi Tuhan kurang berhati-hati dalam menjalankan tanggung jawabnya. Ketika dia merasa sangat jengkel kepada bangsa Israel yang menyembah anak lembu emas, dia membanting dua loh batu yang berisi sepuluh hukum Tuhan (Keluaran 32:116-19). Hasil yang didapat oleh Musa akibat ketidak hati-hatiannya adalah, walaupun ia telah memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir tetapi ia tidak dapat masuk ke tanah perjanjian.

    Selalu ada hasil negatif yang di dapat jika kita kurang berhati-hati. Segala sesuatu yang benar di hadapan Allah telah dituliskanNya kepada umat-Nya dalam Firman Tuhan. Oleh sebab itu, kita bisa mengatakan benar atau salah dalam bersikap dengan berdasarkan pada Firman Tuhan.

  3. Memperkatakan dan Merenungkan Firman Tuhan (8)

    Tuhan Allah juga mengingatkan Yosua untuk terus memperkatakan & merenungkan Firman-Nya. Memperkatakan berarti mengajarkan secara terus menerus kepada bangsa Israel. Sesuatu yang diajarkan terus-menerus akan menjadi sangat berkesan dan tidak mudah untuk dilupakan. Segala Firman Tuhan adalah baik bagi kehidupan manusia, oleh sebab itu jika seseorang sangat terkesan dan tidak mudah melupakan Firman Tuhan, hidupnya akan sangat baik dan berkenan di hadapan Tuhan. Bukan hanya di hadapan Tuhan saja, tetapi juga memberkati orang-orang disekelilingnya.

    Merenungkan Firman Tuhan berarti mengambil waktu khusus untuk belajar Firman Tuhan. Istilah trend sekarang adalah SATE (Saat Teduh). Merenungkan Firman Tuhan juga dapat merujuk pada hubungan pribadi seseorang dengan Tuhan. Seseorang yang dekat dengan Tuhan dan mengerti dengan jelas perintah Tuhan kepadanya secara pribadi, tidak akan menjalan hidup ini dengan sembarang. Dia akan bertanggung jawab dengan apa yang telah Tuhan beri kepadanya.

  4. Tidak kecut dan tawar hati (9b)

    Dalam menjalankan tanggun jawab tentu saja tidak lepas dari tantangan dan cobaan. Disinilah hati kita diuji, apakah kita kecut dan tawar hati kemudian pergi meninggalkan tanggung jawab kita tanpa merasa bersalah? Allah mengingatkan Yosua dalam menjalankan kepemimpinannya untuk tidak kecut dan tawar hati, agar tanggung jawab besar yang diberikan Tuhan kepada Yosua dapat dilaksanakan dengan baik. Tujuannya adalah agar Yosua tidak mudah putus asa kemudian lari dari tanggung jawabnya.

    Begitu juga dengan kita, dalam menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan kita ini, kita perlu menjaga hati kita untuk terus bersukacita, tidak kecut dan tidak tawar agar kita tidak cepat putus asa.

  5. Melaksanakan tanggung jawabnya (10-18)

    Yosua, setelah mengerti perintah Tuhan kepada dirinya untuk menjadi pemimpin bangsa Israel segera menjalankannya. Yosua tidak menunggu atau santai-santai terlebih dahulu, ia juga tidak menawar waktu kepada Tuhan karena saat itu dia sedang bersedih. Yosua segera mengatur bangsa Israel (10-15).

    Bangsa Israel juga langsung menjalankan tanggung jawabnya yaitu mendengar perintah dari Yosua dan melaksanakannya dengan sukacita. Mereka menghormati Yosua sebagai pemimpin mereka yang menggantikan Musa walaupun Yosua masih sangat muda (16-18).
    Ketika Tuhan sudah berbicara kepada kita, jangan menunggu terlalu lama untuk mengerjakannya, tetapi segera kerjakan agar pekerjaan Tuhan cepat terselesaikan dan pekerjaan lain akan diberikan kepada kita. Jika kita setia kepada perkara kecil, maka perkara besar akan dipercayakan Tuhan kepada kita.

KESIMPULAN

Untuk menjadi sukses dalam menjalankan tanggung jawab, kita perlu memiliki hati yang kuat dan teguh, bertindak hati-hati, memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan, tidak kecut dan tawar hati dan melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan sukacita.
Tuhan berjanji akan memberikan hak dan penyertaan kepada kita dalam menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan-Nya kepada kita.