Kristologi dalam Kitab Mazmur

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

(Pengharapan Tentang Kristus)

Tradisi Yahudi dan Kristen meyakini bahwa banyak pasal-pasal dalam kitab Mazmur berbicara tentang Kristus. Pasal-pasal tersebut digolongkan dalam mazmur-mazmur mesianis (pasal 2, 16, 22, 40, 45, 49, 72, 110, dll.). Dalam mazmur-mazmur tersebut, pengharapan tentang pribadi dan karya Kristus dinyatakan. Ada penafsir (mis. T. K. Cheyne) yang berpendapat bahwa nubuatan tentang Kristus tidak terdapat dalam kitab Mazmur. Ia berkata bahwa mazmur-mazmur yang digolongkan sebagai mazmur mesianis hanyalah benar secara psikologis. Jadi, mazmur-mazmur tersebut bukanlah nubuatan kepada Kristus [l]. Jika anggapan Cheyne ini benar, maka rasul-rasul dan pemberita Injil Perjanjian Baru tidak dapat mendasarkan pandangan mereka pada kitab Mazmur. Alhasil, kutipan-kutipan mazmur dalam PB harus dibuang [2]. J.B. Payne, I.L. Jensen, E.W. Hengstenberg, dan F. Delitzsch mengakui bahwa dalam kitab Mazmur terdapat nubuatan tentang Kristus, walaupun jumlah perhitungan mereka berbeda-beda. Kesaksian Tuhan Yesus sendiri menyatakan bahwa kitab Mazmur berbicara tentang Dia (Lukas 24:44). Di samping itu, penulis-penulis PB memisahkan nubuatan-nubuatan tentang Kristus dalam Mazmur, sehingga bagi orang Kristen masa kini tinggal mencocokkannya [3].

Hal-Hal Khusus Tentang Kristologi Mazmur

Kristologi dalam kitab Mazmur ditulis dalam konteks PL, sehingga Kristologi itu berbentuk nubuatan. Ada beberapa kekhususan Kristologi dalam Mazmur: Pertama, Kristologi Puisi. Kristologi dalam kitab Mazmur ditulis bukan dalam bentuk prosa seperti dalam PB, tetapi dalam bentuk puisi. Dalam puisi, pemazmur lebih bebas mengeluarkan isi hatinya daripada dalam prosa. Dalam Mazmur, segala pikiran dan perasaan Kristus dituliskan, berbeda dengan Injil yang hanya mencatat peristiwa yang terlihat [4]. Memang dalam menggunakan puisi, pemazmur berhasil mengatakan apa yang ia katakan dengan cara sedemikian rupa, sehingga dalam waktu yang sama ia menyampaikan apa yang tidak dapat dikatakan [5]. Kristologi dalam bentuk puisi mampu menggerakkan pendengar atau pembacanya untuk ikut serta dalam pengalaman Kristus. Di samping itu juga, Kristologi dalam sebuah puisi berbicara kepada kita pertama-tama bukan kepada pemikiran kita, tetapi kepada segala daya kemampuan insani kita. Puisi tersebut ingin menyentuh segala dawai insani kita untuk memuja kebenaran dan merasakan keindahannya [6]. Jadi Kristologi puisi dalam kitab Mazmur adalah kekayaan yang mahal harganya, sebab ia menyingkapkan sisi lain tentang Kristus daripada apa yang dapat kita baca dalam bentuk prosa.

Kedua, Kristologi Mazmur adalah ekspresi kerinduan orang saleh PL akan kerajaan damai yang kekal. Orang-orang saleh PL mengharapkan keturunan Hawa melepaskan mereka dari penderitaan dan menegakkan kerajaan damai yang kekal (Kejadian 3:15). Hal itu masih tercermin dari pertanyaan murid-murid waktu Yesus masih di bumi, "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" (Kisah 1:6). Dalam pengharapan seperti inilah orang-orang PL hidup. Akan tetapi dalam PL belum jelas bahwa sebenarnya terdapat tenggang waktu antara kedatangan Kristus yang pertama dan kedua. Kristus datang yang pertama kali untuk membebaskan mereka dari penjajahan dosa, dan kedatangan Kristus yang kedua akan melepaskan mereka secara total dari segala jenis penderitaan. Bagi orang-orang PL, kedatangan Kristus dilihat secara serempak, sehingga kedatangan-Nya dianggap sebagai kedatangan yang membawa damai secara jasmani dalam bentuk kerajaan damai yang kekal [7].

Dalam kondisi seperti inilah Kristologi Mazmur ditulis (mis., "... semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!" (Mazmur 72:11) atau "... segala bangsa saling memberkati dengan namanya...." (Mazmur 72:17b)), sehingga pemerintahan Kristus dilihat sebagai pemerintahan untuk seluruh bumi dan pemerintahan yang penuh berkat dan kedamaian. Jadi, Kristologi dalam Mazmur terikat kepada kerinduan akan kedatangan Kristus yang memerintah mereka dalam kedamaian.

Ketiga, Kristologi Mazmur memiliki relasi dengan sejarah dan posisi Daud. Kristologi dalam kitab Mazmur harus dilihat dalam relasi dengan sejarah dan posisi Daud, sebab mazmur-mazmur yang menubuatkan Kristus banyak ditulis oleh Daud dan dikumpulkan dalam zamannya. Daud sebagai raja yang terkenal di Israel seringkali menjadi prototipe Kristus (mis., "... Aku akan menumbuhkan Tunas keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri." (Yeremia 33:15) atau "... Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya" (Lukas 1:32)). Jadi, Kristologi Mazmur berkaitan dengan posisi Daud sebagai raja.

Kekhususan Kristologi Mazmur ini tidaklah bertentangan dengan Kristologi dalam PB. Para penulis PB yang mengutip mazmur-mazmur mesianis tidak pernah meninggalkan kesan bagi kemungkinan suatu arti yang lain dari apa yang dimaksud dalam PL. Kutipan ayat-ayat berikut ini menampakkan pertalian arti yang sejajar antara PL dan PB. "... Haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud.... " (Kisah 1:16) atau "... Engkau adalah imam untuk selama-lamanya...." (dicatat dalam Ibrani 7:17 yang diambil dari Mazmur. 110:4).

Jika Kristologi Mazmur bertalian erat dengan posisi Daud sebagai raja, bagaimanakah hubungan pemazmur dan para pembaca mazmur dengan nubuatan-nubuatan tersebut. Bisakah mereka mengerti arti ilahi dari mazmur-mazmur tersebut? Pertanyaan semacam ini hanya dapat dijawab sesuai dengan kesaksian Alkitab sendiri. Mazmur 16:8-11 dicatat juga oleh Petrus dalam khotbahnya pada hari Pentakosta dalam Kisah 2:25-28. Petrus sendiri menafsirkan ayat-ayat ini sebagai janji kebangkitan Kristus (bdk. ayat 22-24 dan 29-33). Dengan demikian, dapat kita katakan bahwa Petrus memiliki penglihatan yang mendalam mengenai arti nubuatan tersebut. Hal ini dapat terjadi bila Roh Kudus yang menginspirasikan pandangan bahwa pemenuhan mazmur-mazmur itu terjadi kepada Kristus. Demikian juga tujuan dari nubuatan itu dijelaskan kepada kita dalam PB sebagai kaidah penafsiran [8].

Keempat, berbeda dengan PB, maka dalam kitab Mazmur Pribadi Kristus dicatat dalam tiga bentuk kata ganti orang. Pertama, Pribadi Kristus dipakai dalam kata ganti orang ketiga (mis. Mazmur 2:11 "... ciumlah [Anak itu]...." [9] atau "... ia seperti hujan yang turun...."; (Mazmur 72:6, bdk. ayat-ayat berikutnya)). Kedua, Pribadi Kristus dipakai dalam kata ganti orang kedua ("Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya...." (Mazmur 45:7) [10] atau "Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku [TUHAN Daud]: 'Duduklah di sebelah kanan-Ku....'" (Mazmur 110:1, bdk. ayat 45). Mazmur 2:7-9 juga berbunyi, "Ia berkata kepadaku:'Anak-Ku engkau!'"). Ketiga, Pribadi Kristus dipakai dalam kata ganti orang pertama. Kasus ini terlihat dalam Mazmur 22, sehingga segala ayat-ayat di dalamnya dapat langsung diaplikasikan kepada Kristus. Misalnya, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? ..." (Mazmur 22:2, bdk. ayat selanjutnya). Dalam Mazmur 16, kasus kata ganti orang pertama juga dipakai, hanya saja dalam pasal ini nubuatan ditujukan kepada Kristus dan Daud pribadi. Tentang penggenapan ganda ini, Sampey berkata bahwa hal itu terjadi karena pekerjaan dan kehadiran Roh Kudus yang menginspirasikan nubuatan tentang Kristus sekaligus menyatakan pengalaman psikologis pemazmur. Selanjutnya ia berkata bahwa kita seharusnya tidak terkejut kalau kita tidak dapat menerangkan teori ini sepenuhnya, yaitu Roh Kudus aktif memimpin pikiran nabi-nabi dan pemazmur dalam nubuatan mereka, baik dalam penderitaan Kristus juga kemuliaan yang harus mengikuti mereka [11].

Eksistensi Kristologi Mazmur

Kristus yang mulia seperti yang digambarkan dalam pemerintahan teokrasi di bumi dan Kristus yang menderita adalah eksistensi Kristologi Mazmur. Mazmur pasal 2, 45, 72, dan 110 menggambarkan tentang kemuliaan Kristus dan pemerintahan-Nya. Dalam Mazmur 2:2 tercatat kalimat: "... melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya," juga ayat 6 berbunyi: "Akulah yang telah melantik raja-Ku ...," adalah bagian yang menunjukkan bahwa yang diurapi yaitu Mesias adalah Raja. Mazmur 45:2-3 (bdk. ayat 7-8) menunjukkan bahwa takhta raja itu kekal. Ia memerintah secara universal atas semua raja (Mazmur 72:11, 19). Namanya mendatangkan berkat atas segala bangsa (Mazmur 72:17). Pekerjaan Kristus sebagai imam benar dicatat dalam Mazmur 110:4, "... Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek." Ia juga menjadi hakim atas bangsa-bangsa (Mazmur 110:6). Tuhan sendiri akan menaklukkan musuh-musuh-Nya (Mazmur 110:1), dan memerintah dari Sion (ayat 2).

Sedangkan Mazmur 16, 22, 40, dan 69 termasuk dalam kategori penderitaan Kristus, Mazmur 16 dikutip dan ditempatkan Petrus pada Kisah 2:25-28 dan Kisah 13:35 dalam konteks penjelasan akan kematian dan kebangkitan Kristus. Jadi Petrus sendiri sebagai rasul PB mengklaim nubuat pemazmur kepada pribadi dan karya Kristus. Sedangkan Mazmur 22 ditujukan sepenuhnya pada saat penyaliban Kristus dan kematian-Nya (bdk. Matius 27:35-46; Markus 15:24-34; Lukas 23:35 dan Yohanes 19:24). Tujuan penderitaan-Nya adalah agar anak-cucu-Nya beribadah kepada-Nya dan menceritakan tentang TUHAN (Mazmur 22:31). Penulis kitab Ibrani juga mencocokkan nubuatan dalam Mazmur 40:7-11 kepada Kristus sebagai kurban yang sempurna (bdk. Ibrani 10:1-10). Kristus yang dicatat dalam Mazmur 40 menunjukkan karya-Nya sebagai Imam dan sekaligus sebagai Kurban. Daud melukiskan penderitaan-Nya sebagai kurban dalam ucapan kutuk dari Mazmur 40:15-16. Selanjutnya, Mazmur 69:26 ditafsirkan Lukas dalam konteks pengkhianatan Yudas kepada Kristus. Dengan demikian, Lukas juga meyakini nubuatan dalam Mazmur ditujukan kepada Kristus. Jadi, dalam Kristologi Mazmur, kita melihat secara khusus tentang karya Kristus. Karya-Nya tersebut menjadi dasar bagi gelar-gelar pribadi-Nya yang ditulis dalam PB, seperti misalnya "Anak Manusia", "Anak Allah", dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Sebagaimana kata Yesus dalam Lukas 24:44 bahwa dalam kitab Mazmur ada tertulis tentang Dia, kita menyimpulkan bahwa perkataan itu adalah benar. Sebagian nubuatan tentang Dia dalam kitab Mazmur telah digenapi pada kedatangan-Nya yang pertama; sebagian lagi, yaitu mengenai pemerintahan-Nya yang abadi, akan digenapi pada masa kedatangan-Nya yang kedua. Perlu dicatat bahwa apabila di sini kita menekankan hal-hal khusus yang menjadi ciri khas Kristologi Mazmur, hal ini tidaklah berarti bahwa Mazmur lebih tinggi dari pemberitaan Kristus yang terdapat dalam kitab-kitab yang lain. Kristologi Mazmur adalah bagian dari Kristologi Alkitab secara menyeluruh, sehingga ia menjadi bagian yang tidak terlepas dari hasil inspirasi Roh Kudus. Kristologi Mazmur merupakan kekayaan penyataan Allah karena ia menyoroti hal-hal yang tidak dilihat dalam bagian Alkitab yang lain. Kristologi Mazmur tidak bertentangan dengan Kristologi Alkitabiah, sebab apa yang dinubuatkan dalam kitab Mazmur tidak bertentangan dengan peristiwa-peristiwa dalam PL dan PB. Malahan nubuatan Kristus dalam Mazmur digenapi dalam PB dan diklaim sendiri oleh Yesus Kristus (Lukas 24:44).

Catatan Kaki:

[1] Bdk. T. K. Cheyne seperti dikutip oleh J. B. Payne, 'Psalms' dalam Encyclopedia of Biblical Prophecy (Grand Rapids: Baker, 1989) 257.

[2] Y. Hattori (Exegetical Study on The Selected Psalms in Search of The Devotional - Messages for Christian Life [diktat tidak diterbitkan; Batu: Institut Injil Indonesia, 1989] 1), mencatat 400 kutipan mazmur dalam PB, 104 di antaranya adalah kutipan langsung.

[3] Bdk. J. B. Payne, "Book of Psalms" dalam The Zondervan Pictorial Encyclopedia of The Bible, M. C. Tenney (ed.) (Grand Rapids: Zondervan, 1976): 940.

[4] I. L. Jensen, Jensen's Survey of The Old Testament (Chicago: Moody, 1978) 280-281.

[5] J. C. Renard, seperti dikutip M. C. Barth dan B. A. Pareira, Pembimbing Kepada Mazmur (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1984) I:48.

[6] ibid. 43-44

[7] T. G. R. Boeker, "Kerajaan Allah Yang Akan Datang" dalam Teologi Perjanjian Lama (diktat tidak diterbitkan; Batu: Institut Injil Indonesia, 1990) 5.

[8] Bdk. Barrows, seperti dikutip Payne, "Psalms" 262.

[9] Terjemahan KJV "Kiss the Son" [Mazmur 2:12, ayat dipotong berbeda, Red.] sesuai dengan teks Ibrani. LAI menerjemahkan dengan "... ciumlah kaki-Nya...."

[10] Alamat ayat ini bukan ditujukan kepada Allah Bapa atau kepada pembaca mazmur ini, tetapi ditujukan kepada Anak-Nya yaitu Mesias yang dijanjikan (bdk. R. L. Harris seperti dikutip Payne, "Book of Psalms") 941.

[11] Sampey, seperti dikutip Payne, "Psalms" 261.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Jurnal PELITA ZAMAN, volume 7, nomor 1 (Mei 1992)
Penulis : Andreas Hauw
Penerbit : Yayasan Pengembangan Pelayanan Kristen Pelita Zaman, Surabaya 1992
Halaman : 99 -- 103
Kategori: