Jadikanlah Semua Bangsa Muridku, Sebab Segala Kuasa Adalah Milik Yesus

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Sebelum Yesus menuntut para pengikut-Nya untuk pergi dan menjadikan seluruh bangsa murid-Nya, Ia memberikan justifikasi untuk misi yang tampaknya sombong. Ia berkata, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi." (Matius 28:18) Pengikut Yesus hari ini meminta kepada pengikut dari tuan lain untuk bertobat dan berpaling dan mengikut Yesus berdasarkan seluruh otoritas Yesus dalam alam semesta.

Apakah Otoritas Itu?

Otoritas berkenaan dengan hak dan kuasa untuk memegang kendali di dalam relasi yang diberikan. Seorang ayah mempunyai otoritas atas anak-anaknya, tetapi tidak terhadap tetangganya. Seorang letnan dalam ketentaraan mempunyai otoritas atas peletonnya, tetapi tidak terhadap komandan kompinya. Seorang guru mempunyai otoritas atas murid-murid di dalam kelas, tetapi tidak terhadap orang tua murid-muridnya. Seorang manajer kantor mempunyai otoritas atas sekretarisnya, tetapi tidak terhadap CEO-nya.

Kita melihat gambaran dari arti otoritas dalam kisah Yesus yang bertemu dengan seorang perwira Romawi. Perwira ini ingin Yesus menyembuhkan hambanya yang sakit, tetapi ia merasa tidak layak menyambut Yesus dalam rumahnya. Karena itu, ia berkata kepada Yesus, "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi! Maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang! Maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini! Maka ia mengerjakannya." (Matius 9:8-9) Dengan perkataan lain, otoritas adalah hak dan kuasa untuk membuat bawahanmu melakukan apa yang kamu minta mereka lakukan.

Itulah otoritas yang dimiliki Yesus atas setiap orang dan setiap hal. "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi." Frasa "surga dan bumi" meliputi semuanya. Oleh sebab itu, setiap orang dan setiap hal berada di bawah Yesus; setiap manusia, setiap malaikat, setiap roh jahat, dan Setan sendiri, dan segala yang ada di bumi dan apa yang terjadi di dalamnya.

Otoritas Total dari Yesus

Kita telah menyaksikan hal ini diilustrasikan pada masa pelayanan Yesus di dunia. Ia mempunyai otoritas untuk mengampuni dosa, yang hanya dapat dilakukan oleh Allah; maka Ia dituduh melakukan hujat (Markus 2:7-12). Kita melihat cara Dia mengajar orang dan cara Dia mengajarkan Alkitab: "Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat." (Markus 1:22; Matius 5:17-18) Kita melihatnya di dalam cara Dia mengusir Setan (Matius 4:10) dan memerintah roh-roh jahat: "Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." (Markus 1:27) Kita melihat cara Dia memerintahkan kuasa-kuasa alam melalui menyembuhkan segala macam penyakit (Matius 4:23) dan mengubah air menjadi anggur (Yohanes 2:9; 4:46) dan meredakan badai: "Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: 'Diam! Tenanglah!' Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali." (Markus 4:39)

Kita melihat otoritas Yesus atas hal mati dan hidup, baik hidup-Nya maupun hidup orang lain -- dan yang terpenting di dalam hidup yang kekal. Ia membangkitkan orang dari kematian (Markus 5:41-42; Lukas 7:14-15; Yohanes 11:43-44) dan berkuasa atas kematian dan kebangkitan-Nya: "Tidak seorang pun mengambil (hidup-Ku) daripada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali." (Yohanes 10:18) Dan, Ia memegang kendali di dalam penghakiman terakhir. Ia mengatakan bahwa Allah Bapa "telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia" (Yohanes 5:27). Dan, Allah telah "memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah (Allah) berikan kepada-Nya" (Yohanes 17:2).

Bagaimana Yesus Menyatakan Tuntutannya kepada Dunia?

Tidak ada otoritas lain selain otoritas Yesus. Ia mempunyai hak dan kuasa untuk menuntut kesetiaan dari setiap manusia yang ada. Sebagai Tuhan atas semesta alam, Yesus menuntut setiap orang dari setiap bangsa dan setiap agama untuk menjadi murid-Nya. Cara Yesus mengejar klaim universal atas setiap manusia ialah dengan mengutus pengikut-pengikut-Nya untuk menjadikan murid-murid dari segala bangsa. Setelah mengatakan bahwa kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi, Ia berkata, "Karena itu ...." Kata itu menunjukkan bahwa bukan saja otoritas universal-Nya yang menjadi dasar klaim universal-Nya atas setiap orang, tetapi juga cara Dia menyatakan klaim-Nya kepada mereka yang mengikuti Dia dalam ayat berikutnya.

Selanjutnya ialah suatu amanat bahwa pengikut-pengikut-Nya pergi dan melakukan pemuridan. "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku." (Matius 28:19) Dengan kata lain, Yesus tidak menyatakan klaim-Nya kepada seseorang secara langsung dari surga. Ia menyatakan klaim-Nya atas orang-orang melalui pengikut-pengikut-Nya. Ia menetapkan prinsip-Nya ketika Ia masih di dunia: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku." (Yohanes 13:20; Matius 10:40) Benar sekali Ia berkata, "Aku akan mendirikan jemaat-Ku," (Matius 16:18) dan "Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku" (Yohanes 10:16). Ya, Ia melakukannya sendiri. Namun, Ia tidak mengartikan bahwa Ia akan melakukannya langsung dari surga tanpa utusan. Kita mengetahuinya karena ketika Ia berdoa untuk gereja yang akan datang di Yohanes 17:20, Ia menggambarkannya sebagai "orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka".

Misi Ini Berlangsung Hingga Akhir Zaman

Dengan kata lain, Yesus mendirikan jemaat-Nya dan mengumpulkan kawanan domba-Nya dari antara bangsa-bangsa di dunia "melalui pemberitaan" mereka yang diutus-Nya. Jadi, otoritas universal Yesus menetapkan suatu misi yang akan berlangsung sepanjang sejarah dan berlaku untuk semua manusia: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku .... Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19-20) Perkataan "sampai kepada akhir zaman" menunjukkan bahwa misi ini akan terus berlangsung sampai Yesus datang kembali. Tuntutan-Nya bukan hanya diberikan kepada generasi murid yang pertama. Misi ini akan berlangsung selama janji untuk menopang misi ini berlaku. Dan, janji itu adalah: Yesus yang mempunyai semua otoritas itu akan menyertai kita "sampai kepada akhir zaman". Selama masih ada waktu, selama masih ada bangsa-bangsa untuk diajar, tuntutan Yesus untuk pergi melakukan pemuridan tetap berlaku.

Pengikut-Pengikut Yesus Berkata-Kata Atas Nama-Nya

Ini berkenaan dengan beberapa hal. Pertama, bahwa klaim Yesus yang eksklusif akan dilakukan bukan saja oleh Dia, melainkan juga oleh pengikut-pengikut-Nya. Yesus mengklaim bahwa Dialah satu-satunya Tuhan atas semesta alam ini dan setiap orang dari setiap bangsa dan setiap agama atau yang tidak beragama harus menjadi murid-Nya. Klaim ini sekarang diberikan kepada para utusan-Nya untuk menjadikan murid dari antara segala bangsa dan segala agama di dalam dunia. Yesus mengutus pengikut-pengikut-Nya untuk pergi dan menjadikan murid dari segala bangsa, apa pun agama mereka itu -- Yudaisme, Hindu, Buddha, Islam, Animis, Ateis, Agnostik. Ia mengirim pengikut-pengikut-Nya, dengan didukung oleh otoritas universal-Nya, untuk pergi dan memanggil semua orang dari setiap bangsa dan setiap agama untuk berpaling dan menjadi murid-murid Yesus.

Ini berarti, pada zaman relativisme (seperti zaman kita sekarang), ketika orang tidak menghargai kebenaran yang objektif dan tidak mau berubah, pengikut-pengikut Yesus akan dituduh sebagai orang yang arogan. Murid-murid akan memberitakan bahwa Yesus mempunyai seluruh otoritas -- sebab hal ini benar -- dan bahwa setiap orang harus bertobat dan percaya kepada-Nya dan menjadi murid-Nya. Mereka akan memperingatkan bahwa, setiap orang yang menolak Yesus sebagai Anak Allah yang kekal, yang datang ke dalam dunia untuk menebus orang-orang berdosa melalui kematian-Nya, dan yang bangkit kembali sebagai Tuhan atas alam semesta ini, akan kehilangan hidup yang kekal. Yesus berkata, "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya .... Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia." (Yohanes 3:36; 5:23 bandingkan Yohanes 15:23)

Inilah mandat dan janji yang menopang utusan-utusan Yesus: "Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku" (Lukas 10:16). Pengikut-pengikut Yesus akan diejek karena mengatakan bahwa seluruh otoritas adalah milik Yesus dan bahwa setiap orang harus menjadi murid-Nya atau mereka akan kehilangan hidup yang kekal. Namun, Yesus mengetahui bahwa hal ini akan terjadi: "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku daripada kamu." (Yohanes 15:18) Itulah sebabnya, Ia memasukkan tuntutan-Nya yang radikal untuk menjadikan murid dengan jaminan ganda (1) bahwa seluruh otoritas sesungguhnya adalah milik-Nya dan (2) bahwa Ia akan menyertai utusan-utusan-Nya sampai kepada akhir zaman.

Diambil dan disunting dari:

Judul buku : Apa yang Yesus Tuntut dari Dunia
Judul artikel : Jadikanlah Semua Bangsa Murid-Ku, Sebab Segala Kuasa Adalah Milik Yesus
Penulis : John Piper
Penerbit : SAAT, Malang 2012
Halaman : 407 -- 411
Kategori: