naomi HS's blog

FRIENDSHIP

Developing Long-Term Relationships
By Rick Warren (copy from RH)

“Some friendships do not last, but some friends are more loyal than brothers” (Proverbs 18:24).
Ada sahabat yang tidak setia, ada pula yang lebih akrab dari saudara.

The Bible gives us six building blocks for developing long-term relationships:

1. We must be considerate.
“People want others to be loyal, so it is better to be poor than to be a liar” (Proverbs 19:22).
Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.

2. We must be confidential.

Jangan Menunggu

Tuesday, July 28, 2009

Banyak sekali orang yang tidak perduli dengan apa yang terjadi,
selama peristiwa itu tidak menimpanya. (William Howard Taft)

Rutinitas membuat waktu kita banyak tersita.
Apalagi jika di dalam rutinitas tersebut ada masalah, baik di dalam rumah tangga,
pekerjaan, hubungan antar keluarga, teman (sosial), penyakit, dll. Begitu banyak
masalah yang menyertai rutinitas kita, sehingga tenaga dan pikiranpun seakan-akan
habis hanya untuk semua itu. Belum masalah orang lain, yang menuntut perhatian juga.

Memberi

Monday, July 27, 2009

Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."
(Kisah Para Rasul 20:35).

Memberi bukan hanya dalam bentuk 'materi atau uang'
tetapi segala hal kebaikan yang bisa kita berikan dan dirasakan kepada orang lain.
Termasuk kepandaian, ketrampilan, karunia, bahasa tubuh, perkataan mulut kita,
kebaikan hati dan semua signal yang bisa ditangkap orang lain dari perilaku kita sehari-hari.

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?
Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Mengasihi Allah

Friday, July 24, 2009

Mengasihi Allah,
Bukan sekedar memikirkan

Mengasihi Allah,
Bukan sekedar penglihatan

Mengasihi Allah,
Bukan dari kemampuan lahiriah kita

Mengasihi Allah,
Harus dengan segenap hati,
Memiliki pengalaman denganNya,
Memiliki pengetahuan akan Dia dan
Mengenali-Nya.

Itu adalah pengharapan yang tidak sia-sia
Pengharapan akan Kemuliaan-Nya
Pengharapan yang menopang kita melewati ujian-ujian iman yang berat

Mengasihi dengan kemampuan lahiriah,
Akan membuat kita kecewa
Kita melihat dunia yang terkoyak
Kita mencari Allah di dalam dunia yang koyak

Musibah

Sunday, July 12, 2009

Kata orang, yang namanya musibah, itu tidak ada yang tahu dan bisa datang sewaktu-waktu.
Jadi setiap orang, sepertinya mempunyai kans untuk mendapat musibah.
Hari ini masih seger buger, besok paginya, tiba-tiba bisa celaka.
Dan jika ditanya mengapa bisa celaka?
Jawabannya karena musibah.
Jadinya musibah dapat dikatakan sebagai jawaban yang pas jika ada orang celaka.
Yang namanya musibah, sehati-hatinya orang dia pasti akan celaka juga.

Sama halnya juga dengan nasib buruk, bisa hadir dimana saja.

Hanya Mengupayakan

Tuesday, June 30, 2009

Petani menanam padi, buah, sayur dsb dengan memberikan pupuk, air, obat dsb
dengan harapan semua yang diupayakan bisa memberikan hasil sesuai dengan harapan.

Orang tua mencari nafkah, mendidik dan membesarkan anak-anaknya,
mengupayakan kesehatan dan pertumbuhan anak mereka terjamin, sesuai dengan harapan mereka masing-masing.

Namun sering dilupakan, bahwa semua itu hanyalah upaya untuk menjadikan kehidupan lebih baik.
Dan ada kuasa lain yang tidak sekedar memelihara, tetapi yang memberi hidup dan pertumbuhan.

KIAMAT

Pernah dengar orang bilang
"jangan kiamat dulu, karena aku belum siap, dosaku masih banyak."

Alasan belum siap dan dosa masih banyak ini sebenarnya sangat lucu.
Allah mengampuni dosa manusia bukan dicicil.
Mengampuni dosa manusia tidak sedikit demi sedikit.
Kenapa kalau mengaku dosa harus menunggu nanti?

Sebanyak-banyaknya dosa,
yang namanya Allah kalau mengampuni ya langsung diampuni semuanya.
Sekarang atau besok atau nanti,
di saat manusia mengakui semua dosa dan kesalahannya,
maka dia akan diampuni seketika.

Kalau manusia bilang belum siap dan dosanya masih banyak,

BAHAGIA

Ams. 3:5
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Ini adalah satu ajaran yang paling tepat untuk menggambarkan bagaimana seharusnya percaya itu.
Pengalaman, orang mengaku percaya, tetapi tidak bisa melepaskan pikiran dan pengertiannya sendiri.

Yang Seharusnya

Setiap orang cenderung berbuat kebaikan karena hal itu adalah baik tentunya, dan yang memang seharusnya dilakukan. Orang tua selalu berharap agar anak-anaknya nanti menjadi orang yang baik dan berhasil, karena memang begitulah yang seharusnya orang tua lakukan demi kebaikan anak-anaknya.

Seorang suami bekerja mencari nafkah, untuk memenuhi kebutuhan anak istri. Seorang istri mensupport suami dan menjadi isteri yang baik dengan menjagai dan mengasuh anak-anak di rumah. Semua mempunyai tugas yang harus dilakukan supaya membawa kebaikan dan memang yang seharusnya demikian.

Curhat

Yang namanya curhat, paling enak jika datangnya di waktu yang tepat. Jadi, mendengarnya juga sepenuh hati, sehingga yang curhat puas dan yang dicurhati pun bisa memberikan solusi dengan bijak. Memang tidak selamanya bentuk curhat itu harus dijawab. Kadang yang curhat pun tidak memerlukan jawaban, hanya sebatas minta didengarkan sudah berkurang bebannya. Padahal masalah sebenernya tetap aja ada disana.

Pages

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA