Willy Sitompul's blog

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Menghasilkan Anggur yang Baik di Setiap Keadaan

Baca: Yesaya 5:1-7
“Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?” (Yes. 5:4b)
Buah merupakan hasil suatu tanaman yang selalu dinantikan oleh pemilik kebun atau ladang. Agar berbuah baik, kualitas tanaman pun perlu dijaga karena pemahaman lazim menyatakan bahwa tanaman yang baik menghasilkan buah yang baik. Untuk itu para pemilik kebun bekerja giat untuk mengupayakan terjadinya hal itu. Sejak awal mereka sudah mencangkul tanah, membuang batu-batunya, kemudian menanam bibit pilihan hingga selalu menyiangi tanaman dari waktu ke waktu. Semua itu dilakukan agar dapat menghasilkan buah yang baik. Namun, walaupun sudah melakukan itu, buah yang dipanen ternyata berkualitas tidak baik. Itulah yang terjadi pada pemilik kebun anggur yang dikisahkan dalam bahan Yesaya ini. Yang diharapkan adalah anggur manis, namun yang dipanen hanyalah anggur asam.

Tolong, Rawatlah Tubuhmu dengan Penuh Tanggung Jawab!

Baca: I Korintus 6:19, 3:17
”Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” (I Kor. 6:19)
”Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu adalah kamu.” (I Kor. 3:17)

Banyak orang cenderung lebih memperhatikan harta benda miliknya daripada tubuhnya sendiri. Bahkan beberapa orang cenderung untuk merusak tubuh mereka. Padahal, justru tubuh merupakan harta berharga yang dimiliki manusia. Tubuh, selain napas kehidupan tentunya, merupakan anugerah Tuhan kepada tiap manusia ciptaan-Nya. Tubuh sengaja dirancang, diciptakan, dan dikaruniakan Allah kepada manusia sebagai pemberian yang amat baik agar menjadi tempat-Nya bermukim dalam diri kita selama masih hidup di dunia ini. Sebagaimana kita menyukai tempat yang bersih dan nyaman untuk kita tinggali, maka Allah pun pasti demikian. Itulah sebabnya Allah selalu tak jemu-jemu meminta umat-Nya untuk hidup benar dan bersih. Kalau pikiran dan perilaku kita benar dan bersih, maka tubuh kita pun menjadi tempat yang layak untuk Allah diami.

Memberikan Harapan

Baca:
Yohanes 10: 10b

”........Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”. (Yoh 10: 10b)

Orang dunia punya falsafah hidup “Waktu muda foya-foya, masa tua bahagia dan Mati masuk surga”, Falsafah hidup ini banyak diminati dan diikuti oleh orang-orang yang berpikir bahwa kehidupan ini hanya satu kali sehingga harus dinikmati dengan baik. Kejarlah kebahagiaan semasa kita masih bernafas dan masih menjajah dunia.

Ada juga falsafah hidup segelintir businessman “Hari ini makan siapa, besok makan dengan siapa, lusa makan siapa saja”, kalau rugi bismillah tapi kalau untung walaupun hasil korupsi alhamdulilah, atau cincailah semua beres walaupun sebenarnya itu uang sogokan.

Kesaksian Hidup

Baca:
Matius 4: 18-25

Yesus berkata kepada mereka: ” Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”.

Saudara, Kekristenan itu adalah bukan sekedar nama dan bukan sekedar agama. Kekristenan mempunyai dua arti: Pertama, artinya adalah kelompok yang diberkati. Yaitu kelompok yang diperdamaikan dengan Allah. Yesus telah memperdamaikan kita dengan Allah melalui kematian-Nya di Golgota. Dia rela disalib sebagai ganti diri kita. Kematian Yesus di salib inilah yang disebut berkat perdamaian. Sehingga siapa yang percaya kepada Yesus yang tersalib di Golgota akan disebut sebagai kelompok orang yang diberkati. Kedua, artinya adalah kelompok yang diistimewakan. Yaitu kelompok yang diperuntukkan untuk membawa orang lain kepada Tuhan. Yaitu kelompok yang dikhususkan untuk membawa orang lain. Perhatikan ayat 19 yang menyatakan mengenai menjadi penjala manusia. Artinya penjala manusia adalah pembawa manusia.

Jadilah Garam dan Terang!

Baca:
Matius 5:13-16

”Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.....” (Matius 5:13)
Terang adalah suatu jawaban atas harapan. Dia merupakan suatu kekuatan positif. Selalu menyingkirkan kegelapan. Karena itu orang Kristen atau gereja harus memainkan peranan yang positif di masyarakat. Ketika kegelapan itu disingkirkan kita-kitalah yang harus menjadi terangnya.
Garam berfungsi mencegah sesuatu menjadi busuk, mengawetkan makanan. Juga punya khasiat menyembuhkan. Karena itu orang Kristen atau gereja harus memainkan peran sebagai pencegah kebusukan dan menjadi penyembuh di dalam masyarakat. Ketika kebusukan itu sirna kitalah yang membuatnya sirna. Ketika masyarakat sakit kitalah yang harus menjadi penyembuhnya.